
KUNINGAN – Penguatan kualitas pendidikan dasar tidak cukup hanya dengan menghadirkan kurikulum baru. Kesiapan dan kompetensi guru sebagai ujung tombak pembelajaran menjadi faktor penting agar setiap kebijakan pendidikan benar-benar berdampak di ruang kelas.
Berangkat dari semangat tersebut, Universitas Kuningan (Uniku) melalui Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) mengambil peran strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar dengan memperoleh kepercayaan Pemerintah untuk melaksanakan Program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI).
Program tersebut menjadi langkah konkret Uniku dalam mendukung penguatan kompetensi guru, khususnya dalam penguasaan bahasa Inggris sekaligus kemampuan pedagogis untuk mengajarkannya secara efektif, komunikatif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar.
Menariknya, program tersebut tidak hanya menyasar peningkatan kemampuan individu guru, tetapi juga dirancang untuk memberikan dampak yang lebih luas terhadap kualitas pembelajaran di sekolah. Sebanyak 610 guru SD dari dua kabupaten, yaitu Kuningan dan Pangandaran, menjadi sasaran penerima manfaat program tersebut.
Pelaksanaannya akan mencakup kegiatan pelatihan, pendampingan, hingga asesmen untuk memastikan peningkatan kompetensi guru berjalan secara terarah dan terukur.
Rektor Uniku, Dr. Anna Fitri Hindriana, mengaku bangga dan bersyukur atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah kepada Uniku. Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap kapasitas perguruan tinggi dalam mengambil bagian langsung dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik.
“Ini merupakan amanah sekaligus kehormatan bagi Uniku. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah atas kepercayaan yang diberikan. Capaian ini menjadi bukti komitmen Uniku untuk terus berkontribusi dalam mencetak guru yang profesional, kompeten, dan berkualitas,” ungkap Anna.
Ia menegaskan, Uniku akan menjalankan program tersebut dengan penuh tanggung jawab, mengedepankan kualitas pelaksanaan, serta memastikan setiap tahapan memberikan manfaat nyata bagi para guru peserta. Pernyataan tersebut disampaikan Anna seusai menandatangani perjanjian kerja sama pelaksanaan program di Hotel Merlynn Park, Jakarta Pusat, Kamis, (5/11/2026).
Lebih jauh, Anna berharap program tersebut tidak berhenti pada peningkatan kemampuan berbahasa Inggris para guru, tetapi juga mampu membangun kepercayaan diri dan kreativitas mereka dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik di kelas.
Sebab, menurutnya, guru yang memiliki kompetensi bahasa Inggris dan keterampilan pedagogis yang baik akan menjadi modal penting dalam memperkenalkan bahasa Inggris kepada peserta didik sejak pendidikan dasar.
“Harapan kami, program ini mampu meningkatkan mutu pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar, sekaligus menghadirkan dampak nyata bagi sekolah dan para peserta didik di daerah. Uniku ingin memastikan bahwa kehadiran perguruan tinggi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutupnya.***




