“Kami turun langsung supaya masyarakat tahu, mereka tidak sendiri menghadapi situasi seperti ini,” ujarnya.
Menjelang siang, kendaraan roda dua mulai melintas perlahan. Beberapa pengendara sempat berhenti sejenak, menyapa warga yang masih bekerja. Tak sedikit yang mengucapkan terima kasih.
Kini, akses menuju SMPN 1 Cimahi kembali terbuka. Namun, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa wilayah perbukitan seperti Cimulya masih rawan bencana, terutama saat musim hujan.
Warga berharap, ke depan, pemerintah daerah tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan, seperti perbaikan drainase dan penguatan tebing rawan longsor. Sebab, bagi masyarakat di sana, jalan bukan hanya infrastruktur, tapi urat nadi kehidupan sehari-hari. (Ali)
