
KUNINGAN – Nama Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, atau yang akrab disapa Amih Tuti, mulai mencuat dalam bursa calon Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kuningan.
Menanggapi hal tersebut, mantan Tim Sukses pasangan Dian Rachmat Yanuar – Tuti Andriani (DIRAHMATI), Agus Ebreg, menyebut peluang tersebut sah dalam dinamika politik partai.
Menurutnya, keputusan mengenai siapa yang akan memimpin DPC Gerindra Kabupaten Kuningan sepenuhnya menjadi kewenangan pimpinan partai. Namun, kata dia, sebagai kader Gerindra, Amih Tuti dinilai harus siap apabila mendapat kepercayaan untuk mengemban posisi tersebut.
“Yang saat ini kita tahu bahwa Ketua Partai Gerindra ini adalah Pak Presiden. Itu ranah pusat,” ujar Agus, Sabtu, (22/8/2026).
Ia menilai, posisi strategis di tubuh Gerindra tidak terlepas dari kepentingan untuk memastikan program partai dan kebijakan pemerintah pusat dapat berjalan hingga ke daerah. Oleh karena itu, menurutnya, peluang kader Gerindra untuk menduduki posisi tertentu tetap terbuka.
“Amih Tuti ini berangkat dari Gerindra, ya. Jadi mau tidak mau harus siap,” katanya.
Meski demikian, Agus tidak secara tegas menyebut Amih Tuti telah mendapatkan kepastian untuk menjadi Ketua DPC Gerindra Kuningan. Ia menegaskan, keputusan tersebut bukan berada pada ranah dirinya maupun pihak-pihak di daerah.
“Menurut saya dalam berpolitik itu, baik Amih Tuti ataupun yang lain, namanya berpolitik tentunya dalam partai itu punya namanya Ketua Partai,” ungkapnya.
Di sisi lain, Agus juga menepis isu yang menyebut hubungan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dan Wakil Bupati Tuti Andriani tengah mengalami keretakan. Ia memastikan pasangan DIRAHMATI masih dalam kondisi harmonis dan saat ini lebih fokus menjalankan pemerintahan.
“Kalau dikaitkan dengan harmonisasi di DIRAHMATI, saya pastikan masih harmonis,” tegasnya.
Menurut Agus, dinamika politik menjelang Pemilu 2029 merupakan hal yang wajar. Namun, ia meminta perbedaan pandangan politik tidak serta-merta ditafsirkan sebagai keretakan hubungan antara Bupati dan Wakil Bupati.
Ia bahkan membuka peluang pasangan DIRAHMATI untuk kembali berlanjut pada kontestasi politik 2029.
“Menjelang 2029, saya sebagai mantan juru kampanyenya, ya DIRAHMATI Jilid II insya Allah terjadi,” ujarnya.
Agus mengatakan, untuk saat ini Dian-Tuti masih berkonsentrasi pada pelaksanaan 10 program DIRAHMATI serta pemulihan kondisi keuangan daerah dan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Sementara terkait bursa Ketua DPC Gerindra Kuningan, Agus kembali menegaskan bahwa Amih Tuti maupun kader lainnya memiliki peluang yang sama, tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan pimpinan partai.
Dengan demikian, mencuatnya nama Amih Tuti sebagai kandidat Ketua DPC Gerindra Kuningan sejauh ini masih berada dalam ranah dinamika politik dan belum menjadi keputusan resmi partai.





