KUNINGAN – Warga Desa Wanasaraya, Kecamatan Kalimanggis, digemparkan oleh dugaan kasus pembunuhan seorang ibu oleh anak kandungnya sendiri, Sabtu, (8/8/2026).

‎Korban diketahui berinisial R, seorang perempuan yang telah lanjut usia. peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar 06.00 WIB. Sementara terduga pelaku yang disebut merupakan anak kandung korban hingga kini masih dalam pencarian aparat kepolisian.

‎Kepala Desa Wanasaraya, Krisna Suhendar, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun ia menegaskan bahwa pihaknya belum mengetahui secara pasti kronologi maupun motif kejadian karena kasus tersebut masih dalam penyelidilkan oleh aparat berwenang.

‎“Memang benar ada kejadian tersebut. Informasi awal berasal dari warga. Untuk hubungannya seperti apa dan kronologinya masih dalam penyelidikan polisi,” ujar Krisna saat dikonfirmasi, melalui WhatsApp.

‎Ia menyebut, informasi yang diterimanya, terduga pelaku merupakan anak korban yang berusia dewasa dan sudah menikah. Usianya, kata dia, diperkirakan sekitar 37 tahun.

‎“Putranya, benar. Sudah dewasa dan sudah menikah,” katanya.

‎Lebih lanjut, Krisna menyampaikan bahwa terduga pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan. Namun, menurutnya, kondisi tersebut masih menjadi informasi awal dan belum dapat dijadikan kesimpulan terkait penyebab maupun motif terjadinya peristiwa tragis tersebut.

‎“Memang katanya sedang sakit, gangguan jiwa. Tetapi untuk informasi pastinya masih dalam penyelidikan,” ujarnya.

‎Usai kejadian, terduga pelaku dilaporkan meninggalkan lokasi dan hingga kini belum berhasil ditemukan. Berdasarkan informasi sementara, keberadaannya diduga mengarah ke wilayah Cirebon.

‎Pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan sendiri apabila menemukan orang yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut. Warga diminta segera menghubungi aparat kepolisian terdekat.

‎“Kalau ada yang melihat, jangan mengambil tindakan sendiri. Segera laporkan kepada Polsek setempat atau Polres Kuningan agar dapat ditangani oleh pihak berwenang,” imbaunya.

‎Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta penyelidikan untuk mengungkap kronologi dan motif di balik meninggalnya korban.

‎Krisna menegaskan, pihak desa masih menunggu informasi resmi dari aparat penegak hukum terkait perkembangan kasus tersebut, termasuk identitas lengkap terduga pelaku maupun rangkaian kejadian secara utuh.