KUNINGAN – Sebanyak 741 atlet silat se-wilayah Jawa Barat mengikuti kejuaraan Silat Kuningan Championship III Bupati Cup 2025 di Gor Ewangga. Kegiatan yang dijadwalkan selama tiga hari itu (28-30/11/2025) bertajuk “Mari Berlaga di Bumi Kuningan”
Pembukaan laga dihadiri langsung Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar didampingi Ketua Koni Kuningan, para tokoh olahraga, pelatih, serta ratusan atlet pencak silat dari berbagai daerah. Pembukaan cukup semarak ketika ada penampilan pencak silat dengan membawa obor sambil melakukan atraksi debus.
Ketua pelaksana kegiatan, Dzikri Adiya, menyampaikan bahwa kegiatan itu menjadi wadah para atlit dari berbagai daerah Jawa Barat untuk menunjukkan potensi bakatnya masing-masing.
“Turnamen ini terbuka untuk seluruh atlet berjenjang di Jawa Barat. Kegiatan ini dipantau oleh tim seleksi yang akan bertanding nanti di gelaran nasional,” ujarnya.
Adapun rincian peserta yang mengikuti di antaranya, jenjang Usia Dini I sebanyak 54 atlet, Usia Dini II 133 atlet, Pra Remaja 324 atlet, Remaja 213 atlet, dan Dewasa 17 atlet.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar mengapresiasi turnamen itu. Menurutnya, kegiatan itu bukan sekedar ajang adu kuat atlit, melainkan berperan besar dalam melestarikan budaya leluhur, khususnya tradisi pencak silat.
“Kehadiran pesilat muda ini menggambarkan bahwa generasi muda mau dan siap melestarikan tradisi leluhur,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa di dalam pencak silat terkandung nilai-nilai disiplin, sportivitas, dan karakter luhur yang harus terus ditanamkan kepada para generasi penerus.
Karena itu, kejuaraan tersebut tidak hanya menghasilkan atlet berprestasi, tetapi juga membentuk kepribadian yang tangguh, berintegritas, serta menghargai budaya bangsa.
“Pencak silat bukan hanya olahraga bela diri, tetapi juga sarana membangun moral. Saya berharap melalui turnamen ini lahir pesilat-pesilat muda yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki jiwa yang santun, rendah hati, dan berbudaya,” tuturnya.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda rutin tahunan yang mampu mengangkat nama Kabupaten Kuningan sebagai pusat pembinaan olahraga pencak silat di Jawa Barat.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap upaya pembinaan atlet daerah melalui fasilitas, kompetisi, maupun kolaborasi dengan berbagai perguruan silat.
Dian berharap, momentum itu menjadi upaya serius dalam meningkatkan prestasi atlet sekaligus memperkuat silaturahmi antar perguruan dan antar wilayah. (Icu)
