Selain pembatalan, KAI juga menerapkan pola operasi memutar untuk sejumlah kereta yang tetap dioperasikan. Kereta seperti KA Argo Bromo Anggrek, Sembrani, dan Pandalungan dialihkan melalui jalur Semarang Tawang–Brumbung–Gundih–Solo Balapan–Kroya–Cirebon. Sementara dari arah barat, kereta diarahkan melalui Prupuk, Kroya, dan Solo Balapan sebelum kembali ke jalur utama.
Pengalihan ini membuat waktu tempuh perjalanan bertambah cukup signifikan. KAI mengingatkan pelanggan untuk bersiap menghadapi keterlambatan, terutama bagi kereta jarak jauh yang harus memutar ratusan kilometer dari rute semula.
Di lapangan, petugas prasarana dan sarana KAI dikerahkan untuk melakukan normalisasi lintasan. Upaya yang dilakukan meliputi pemeriksaan struktur jalan rel, penguatan badan rel, serta pembersihan material yang terbawa arus banjir. KAI juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan instansi teknis lainnya untuk mempercepat penanganan banjir di sekitar jalur rel.
Namun, kondisi banjir yang berulang di jalur Pantura kembali memunculkan pertanyaan lama soal ketahanan infrastruktur perkeretaapian di wilayah tersebut. Jalur utara Jawa dikenal rawan banjir akibat kombinasi faktor geografis, penurunan muka tanah, dan sistem drainase yang belum optimal. Setiap musim hujan, gangguan perjalanan kereta hampir selalu terulang, memicu pembatalan dan keterlambatan massal.
Meski demikian, KAI memastikan tetap bertanggung jawab terhadap hak penumpang. Perusahaan memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen bagi pelanggan yang terdampak pembatalan perjalanan. Pengembalian dapat dilakukan paling lambat tujuh hari sejak tanggal pembatalan.
Tak hanya itu, pelanggan yang memilih tidak melanjutkan perjalanan akibat pengalihan rute atau keterlambatan juga berhak mendapatkan pengembalian penuh, termasuk untuk tiket terusan atau tiket pulang-pergi yang dikelola oleh KAI Group. Proses pengembalian dapat dilakukan melalui loket stasiun maupun Contact Center 121, baik melalui panggilan telepon maupun layanan VOIP di aplikasi Access by KAI.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pelanggan atas ketidaknyamanan ini. Kami juga mengapresiasi pengertian dan kesabaran pelanggan di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung,” ujar Muhibbuddin.
Hingga Minggu siang, KAI Daop 3 Cirebon menyatakan masih terus memantau perkembangan cuaca dan ketinggian air di titik-titik rawan banjir. Perusahaan berjanji akan menyampaikan informasi terbaru secara berkala kepada masyarakat, sembari berharap kondisi cuaca segera membaik agar perjalanan kereta api dapat kembali normal. (Frans)
