Melalui sinergi ini, bank bjb dan LPK berupaya memperluas literasi dan edukasi keuangan bagi peserta pelatihan dan alumni. Fokusnya adalah menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang agar tenaga kerja memiliki kemandirian finansial dan tidak rentan terhadap ketidakpastian di masa depan.
Dalam implementasinya, DPLK bank bjb menawarkan skema perencanaan pensiun yang fleksibel dan terstruktur, disesuaikan dengan kebutuhan peserta dari berbagai latar belakang. LPK berperan aktif dalam proses sosialisasi, pendampingan, serta integrasi program DPLK ke dalam ekosistem pelatihan kerja.
Dari sisi produk, DPLK bank bjb menawarkan sejumlah keunggulan, mulai dari hasil investasi yang kompetitif, pengelolaan dana secara profesional, hingga persyaratan kepesertaan yang relatif mudah dan terjangkau. Akses layanan juga didukung digitalisasi melalui aplikasi bjb DIGI dan situs resmi DPLK bank bjb, yang memungkinkan peserta memantau saldo, mutasi, melakukan top up iuran, hingga membuka kepesertaan secara mandiri.
Kinerja DPLK bank bjb pun menunjukkan tren positif. Per Januari 2026, dana kelolaan tercatat mencapai Rp2,226 triliun atau tumbuh Rp336,747 miliar secara tahunan. Jumlah peserta mencapai 219.028 orang, meningkat 19.600 peserta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan dunia usaha dan masyarakat terhadap pengelolaan dana pensiun oleh bank bjb. Ke depan, bank bjb membuka peluang pengembangan program lanjutan yang semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja, seiring dinamika pasar tenaga kerja yang terus berubah.
Dengan memperluas akses dana pensiun bagi pekerja magang dan tenaga kerja muda, bank bjb berharap dapat menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan, tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi ekosistem ketenagakerjaan secara keseluruhan. (red)
