Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Ali Alvaro

Basah Kuyup 97 Polisi Kuningan di Bawah Guyuran Damkar

Kapolres Kuningan melakukan prosesi penyiraman terhadap para anggota yang naik pangkat. (Istimewa)

KUNINGAN — Halaman Markas Kepolisian Resor (Polres) Kuningan pada awal Januari 2026 berubah menjadi panggung penuh haru sekaligus gegap gempita. Sebanyak 97 personel polisi di kuningan resmi menanggalkan pangkat lama mereka dan menggantinya dengan setingkat lebih tinggi. Namun, bagi Korps Bhayangkara di bawah kaki Gunung Ciremai ini, perayaan itu tak berakhir di podium pidato, melainkan di bawah guyuran air mobil pemadam kebakaran.

Kapolres Kuningan, AKBP Muhamad Ali Akbar, yang memimpin langsung upacara kenaikan pangkat terhitung mulai 1 Januari 2026 ini, memberikan pesan yang cukup tajam. Baginya, pangkat baru adalah beban baru yang jauh lebih berat dari potongan logam atau kain yang menempel di pundak.

Kenaikan pangkat periode ini menyentuh berbagai jenjang kepangkatan, mulai dari bintara hingga perwira pertama. Berdasarkan data resmi yang dihimpun redaksi, gerbong promosi ini diisi oleh 7 personel yang naik dari Iptu ke AKP, 4 personel dari Ipda ke Iptu, hingga tingkatan bintara yang mendominasi jumlah penerima. Sebanyak 15 personel kini menyandang pangkat Aiptu, 39 personel menjadi Aipda, 1 personel menjadi Bripka, 21 personel naik ke Brigpol, dan 10 personel resmi menyandang Briptu.

“Kenaikan pangkat ini bukan hanya rutinitas administratif atau hak yang turun secara otomatis. Ini adalah buah dari kerja keras, dedikasi, dan loyalitas yang tak kenal tawar-menawar,” ujar Ali Akbar di hadapan barisan personel yang didampingi keluarga mereka.

Namun, Ali Akbar segera memberikan “catatan kaki” yang serius. Ia mengingatkan bahwa euforia kenaikan pangkat harus dibarengi dengan perubahan sikap dan peningkatan kapasitas.

“Pangkat boleh naik, tetapi integritas dan pelayanan harus jauh lebih meningkat. Jadikan ini motivasi untuk lebih humanis dan bertanggung jawab,” tambahnya. Penekanan pada kata “humanis” seolah menjadi sinyal bahwa tuntutan publik terhadap wajah Polri yang ramah dan profesional di tahun 2026 kian tinggi.

Keharuan memuncak saat upacara formal usai. Mengikuti tradisi yang sudah mengakar kuat di lingkungan Polri, ke-97 personel tersebut tidak langsung membubarkan diri. Mereka justru dikumpulkan di tengah lapangan untuk menjalani prosesi penyiraman air menggunakan mobil pemadam kebakaran.

Baca Juga :  Turnamen "Ever Green" Veteran Basketball Invitation di Bandung, Zawa Asal Kuningan Raih MVP

Di bawah sorotan matahari awal tahun, pancaran air dari selang-selang Damkar membilas tubuh para personel hingga basah kuyup. Tradisi ini bukan hanya gimik seru-seruan, melainkan simbolik “penyucian diri”. Air yang mengguyur tubuh mereka dimaknai sebagai pembasuh ego pangkat lama dan simbol pembaruan semangat untuk memikul tanggung jawab yang kian berat.

Para istri (Bhayangkari) dan anak-anak yang hadir tampak tersenyum lebar sembari mendampingi para personel yang basah kuyup. Suasana emosional ini menciptakan ikatan batin yang kuat, menegaskan bahwa kesuksesan seorang anggota Polri di lapangan tak lepas dari doa dan dukungan moral yang mengalir dari rumah.

Kenaikan pangkat di awal tahun ini menjadi modal penting bagi soliditas internal Polres Kuningan. Memasuki tahun 2026, tantangan keamanan di wilayah Kabupaten Kuningan diprediksi akan semakin kompleks. Mulai dari ancaman kejahatan siber yang kian canggih, pengamanan agenda ekonomi daerah, hingga dinamika sosial di pelosok desa.

Dengan 97 personel yang kini memiliki otoritas dan kedewasaan pangkat lebih tinggi, publik Kuningan tentu menanti pembuktian konkret. Apakah kenaikan pangkat ini benar-benar linier dengan penurunan angka kriminalitas dan peningkatan rasa aman bagi Masyarakat.

Prosesi siraman air memang telah usai, dan seragam yang basah akan segera kering. Namun, bagi 97 polisi Kuningan ini, “pembaptisan” air Damkar tersebut adalah janji baru untuk tetap berdiri tegak sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat di tengah perubahan zaman yang kian menantang. (ali)

Leave a Comment