Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s
Frans

Bayangan di Balik Layar

Di Antara Kebenaran dan Fitnah

Namun Damar tak tinggal diam. Lewat konferensi pers, ia menyampaikan klarifikasi langsung. Ia tak ingin melawan fitnah dengan kemarahan, tapi dengan kejelasan.

“Saya, Damar Kurnia, tidak pernah meminta uang kepada siapapun lewat WhatsApp. Saya percaya, masyarakat desa cukup cerdas untuk membedakan suara saya dari tipu daya digital.”

Ia juga mengirimkan tim dari desa dan relawan muda ke dusun-dusun untuk memberi edukasi soal keamanan digital. Ia tahu, perang kali ini bukan di jalan raya, tapi di jaringan.

Langkah Diam Sang Istri

Di balik semua itu, ada sosok yang tak banyak bicara, namun selalu berjaga: Hayati, sang istri.

Ia mengumpulkan ibu-ibu PKK di desa, tokoh perempuan, hingga relawan media sosial. Dari balik layar, ia ikut menjaga nama baik suaminya dengan ketulusan. Ia tahu, kadang yang diperlukan untuk melawan kejahatan bukan pedang, tapi cahaya.

“Wibawa tak akan runtuh hanya karena fitnah,” katanya lirih pada suaminya. “Selama kamu tetap jujur dan bekerja untuk rakyat, bayangan itu akan hilang oleh sinar pagi.”

Serangan itu memang mengguncang. Tapi rakyat yang benar-benar mengenal siapa Kepala Desa mereka, tahu siapa yang sedang berjuang dan siapa yang sedang bermain bayangan.

Karena pada akhirnya, pemimpin sejati diuji bukan saat ia dielu-elukan, tapi saat ia difitnah dalam diam. Dan Damar memilih diam yang bergerak, bukan marah yang membakar.

Hanya Fiksi Sembari Ngopi by Bengpri

Baca Juga :  Zul Kembali Pimpin PDIP Kuningan, Mantan Cabup Jadi Bendum

Related posts

Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak 2025 Kategori Pratama, Indramayu Mantapkan Langkah Menuju Daerah Ramah Anak

Cikal

Pj Bupati Iip Hidajat Diganti Mendadak, Ridho Suganda: Kami Kehilangan Sosok Inspiratif

Cikal

Pasif Tangani Sawit, IMM Kuningan Somasi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian

Ceng Pandi

Leave a Comment