KUNINGAN – Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Kuningan kembali membantu warga kurang mampu. Kali ini, uluran tersebut diberikan kepada salah satu siswa SMK yang belum memiliki seragam.

Idealnya, siswa baru memakai seragam baru. Tapi itu tidak bisa dilakukan oleh putri pasangan suami istri Cecep Waluyo dan Sumiasih. Karena kerja serabutan, kedua orang tuanya belum sempat membelikan seragam yang sesuai dengan jenjang sekolah anaknya.

“Pihak sekolah memberikan kesempatan hingga akhir Agustus,” ujar Silvi, lirih saat dijumpai di kediamannya di Desa Kawungsari Kecamatan Cibeureum Kabupaten Kuningan.

Ia bersyukur meski tidak memakai seragam sebagaimana siswa pada umumnya, pihak sekolah dan teman sebayanya tetap bersikap arif. Tidak ada hinaan atau intimidasi, baik ferbal maupun fisik. “Alhamdulillah teman-teman di sekolah tak ada yang menghina. Semuanya baik,” kata Silvi.

Bagi Silvi dan orang tuanya, bisa berkesempatan sekolah pun merupakan anugrah yang terus disyukuri. Syukurnya tak pernah henti, karena orang-orang baik selalu mengelilinginya. Setiap ke sekolah yang jaraknya kurang lebih 20 kilometer, contohnya, teman-temannya selalu memberi tumpangan gratis.

Sumiasih, ibunda Silvi, mengaku anaknya saat SMP selalu mendapat rangking dan masuk sepuluh besar. Semangatnya untuk sekolah sangat tinggi. Bahkan ada mimpi untuk melanjutkan kuliah.

“Harapan sekarang bisa segera beli seragam,” tuturnya.

Gayung bersambut saat Baznas Kuningan mendatangi kediamannya sambil membawa bantuan untuk membeli seragam alakadarnya. “Insyaallah cukup untuk kebutuhan lima potong seragam. Kami membantu tidak semua. Tetapi Insya Allah bermanfaat. Ini semua dari para Muzaki,” kata Asep Z. Fauzi, Wakil Ketua II Baznas Kuningan didampingi, Abdul Jalil Hermawan.