Implementasi di lapangan akan dilakukan secara sistematis. Anna menyebutkan bahwa Uniku segera merumuskan kebijakan internal yang lebih ketat, termasuk pembentukan relawan mahasiswa anti-narkoba yang akan bergerak secara organik di setiap fakultas. Langkah ini dinilai para dekan yang hadir sebagai momentum vital untuk memperkuat koordinasi lintas sektoral yang selama ini sering kali berjalan sendiri-sendiri.
Kerja sama ini mencerminkan pergeseran paradigma dalam pemberantasan narkoba di Kuningan. Alih-alih hanya sibuk memadamkan api saat kasus muncul, Uniku dan BNNK kini membangun sistem alarm yang lebih sensitif. Upaya membangun kesadaran kolektif mahasiswa menjadi kunci utama agar kampus tidak menjadi “pasar gelap” yang tersembunyi di balik jubah intelektualitas.
Di tengah meningkatnya kerentanan generasi muda terhadap narkotika, langkah ini menjadi strategi jangka panjang yang krusial. Melalui edukasi rutin dan pengawasan yang terukur, Uniku sedang mengirim pesan kuat: bahwa prestasi dan kreativitas mahasiswa hanya bisa mekar dengan maksimal di lingkungan yang bersih dari racun adiksi. ***
Penulis: Ali ‖ Editor: Ali
