“Akan dilantik sekaligus Milad DMI ke-54 bulan depan (Juni, red),” tuturnya.
Ketua MRA terpilih, Ii Wasita, mengatakan bahwa masjid ramah anak merupakan program besar dan mulia karena memaastikan area masjid sebagai baetullah harus menjadi kebanggaan anak-anak. Menurutnya, pengelolaan masjid sebagai lingkungan pendidikan non formal bagi anak-anak menjadi bagian tak terpisahkan dengan perjuangan Kabupaten Layak Anak (KLA).
Ia juga menjelaskan bahwa tahap pengembangan MRA akan dilakukan meliputi tiga tahap yang berkelanjutan yaitu, mau, mampu, dan maju. Tahap mau yaitu pengurus masjid dan jamaah harus memiliki kemauan, kesadaran, dan komitmen untuk menjadikan masjid ramah terhadap anak, serta menghentikan perilaku yang mengusir atau membentak anak-anak.
Kemudian tahap mampu yaitu pengelolaan masjid harus didukung oleh sarana prasarana yang memadai dan aman, seperti tempat wudhu yang terjangkau, toilet bersih, adanya tempat bermain/membaca, serta menyediakan kegiatan yang melibatkan anak-anak. Sedangkan tahap maju yaitu masjid yang telah menerapkan standar ramah anak, konsisten, dan melakukan inovasi berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan religius yang menyenangkan bagi anak.
“Kami minta dukungan semua pihak, terutama pengurus untuk mewujudkan tujuan mulia tersebut,” ungkapnya.
Penulis: Sopandi || Editor: Sopandi
