Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Pemerintahan

Rayakan Ulang Tahun, Pembentukan Dinas Damkar Terkendala Biaya

Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, memakai pakaian dinas Satpol PP saat menghadiri HUT Damkar ke-107, Senin (4/5/2026)

KUNINGAN – Wacana pembentukan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang berdiri sendiri di Kabupaten Kuningan mulai mengemuka. Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, membuka peluang pembentukan dinas mandiri tersebut seiring adanya arahan pemerintah pusat agar daerah memiliki kelembagaan pemadam kebakaran yang lebih profesional dan fokus dalam pelayanan.

‎‎Menurut Dian, saat ini Pemerintah Kabupaten Kuningan masih melakukan kajian mendalam terkait kesiapan pembentukan dinas baru tersebut. Meski Peraturan Daerah (Perda) disebut telah selesai disusun, realisasinya masih menunggu kesiapan kemampuan keuangan daerah.

‎‎“Perdanya sebenarnya sudah selesai. Tinggal bagaimana kita mengkaji kemampuan daerah, terutama dari sisi anggaran,” ujarnya usai menghadiri upacara HUT Damkar ke 107, Senin, (4/5/2026).

‎‎Dian menegaskan, keberadaan Satpol PP, Damkar, dan Linmas memiliki posisi strategis karena menjadi garda terdepan pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Ketiga institusi itu, kata dia, merupakan wajah pemerintah yang hadir langsung saat warga menghadapi kondisi darurat, kebakaran, hingga gangguan ketertiban umum.

‎‎“Ketika masyarakat dalam kondisi panik, mereka hadir untuk membantu, menenangkan, sekaligus memberikan solusi,” katanya.

‎‎Selain penguatan kelembagaan, Pemkab Kuningan juga mendorong keterlibatan masyarakat melalui Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar). Partisipasi warga dinilai penting dalam mendukung penanganan kebencanaan serta menjaga ketenteraman lingkungan.

‎‎Sementara itu, Kepala UPT Damkar Satpol PP Kuningan, Andri Arga Kusuma, mengakui secara administrasi persiapan pembentukan dinas mandiri sebenarnya sudah cukup siap. Namun, kata dia, keterbatasan anggaran dan kebutuhan sumber daya manusia masih menjadi tantangan utama.

‎‎“Secara administrasi kita sudah lengkap. Tapi kebutuhan SDM dan anggaran memang belum memadai. APBD sekarang masih tahap penyehatan, jadi mungkin itu yang menjadi penghambat utama,” ujarnya.

‎‎Meski demikian, Andri menyebut tahun ini pemerintah daerah mulai meningkatkan dukungan terhadap sarana dan prasarana Damkar. Pengadaan alat pelindung diri (APD) hingga perlengkapan fire rescue mulai dianggarkan untuk menunjang keselamatan petugas saat bertugas di lapangan.

Baca Juga :  PKL Dipindah, Omzet Turun? Ini Strategi Pemkab Kuningan!