KUNINGAN – Rumah Sayur, salah satu program unggulan Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Kuningan di bawah kepemimpinan, Adang Kurniawan, menarik perhatian publik. Program yang akan dilounching pada 20 Mei itu dianggap saingan koperasi desa.

Di tengah pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Rumah Sayur yang disebut akan menjadi ruang bisnis PDAU termasuk pemasok bahan baku Dapur MBG dinilai akan bentrok dengan KDMP.

Menanggapi isu tersebut, Direktur PDAU Kuningan, Adang Kurniawan, menegaskan bahwa program tersebut dipastikan tidak akan berbenturan dengan KDMP. Bahkan, kata dia, program Rumah Sayur akan diarahkan untuk saling melengkapi melalui pola kolaborasi.

“Kami tidak ingin bersaing secara tidak sehat. Justru kita hadir dengan harga yang kompetitif dan bisa dijangkau. Kalau ada kebutuhan dari KDMP atau pihak lain, kami bisa suplai. Jadi tidak harus datang ke sini, cukup kami kirim,” tegasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, (9/4/2026).

Adang melihat dengan hadirnya KDMP itu justru membuka peluang kerjasama. Menurutnya, PDAU tengah membuka komunikasi dengan berbagai koperasi untuk membangun jaringan distribusi yang lebih luas

Lebih lanjut, Adang menjelaskan bahwa   Rumah Sayur merupakan bagian dari kerjasama strategis dengan Perusahaan Rumah Tani yang mencakup tiga program utama, yaitu pasar, rumah sayur, dan SPPG.

Ketiga program tersebut, kata dia, dirancang sebagai langkah jangka panjang dengan masa kerja sama selama lima tahun, disertai evaluasi berkala setiap bulan, enam bulan, dan tahunan.

“Rumah Sayur ini bukan program sesaat. Kita ingin membangun sistem yang berkelanjutan, mempertemukan penjual dan pembeli dalam satu ekosistem yang saling menguntungkan,” ujarnya.

Ia mencontohkan, apabila terdapat permintaan dari KDMP di wilayah lain seperti Ciawi atau sektor perhotelan di Cilimus, maka distribusi produk dapat langsung dilakukan dari pusat suplai Rumah Sayur.

Ke depan, pihaknya menargetkan seluruh potensi jaringan distribusi dan titik pemasaran sudah terpetakan sebelum peluncuran resmi program. Bahkan, pihaknya menargetkan momen Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei sebagai waktu yang tepat untuk memperkenalkan program tersebut secara luas.

“Harapannya kolaborasi ini bisa berjalan. Karena memang harus kolaborasi, bukan jalan sendiri-sendiri,” tegasnya.

Penulis: Icu Firmansyah || Editor: Sopandi