
KUNINGAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan menyalurkan bantuan logistik kepada keluarga yang terdampak musibah rumah ambruk di Desa Cikupa, Kecamatan Darma, Kamis, (6/8/2026).
Bantuan tersebut merupakan bentuk respons cepat BPBD setelah menerima laporan kejadian sekaligus upaya meringankan beban korban.
Sebelumnya, rumah permanen milik Rayunah (69) yang dihuni dua kepala keluarga dengan total empat jiwa mengalami ambruk pada bagian atap akibat kondisi bangunan yang sudah tua dan diterpa angin kencang pada Minggu, (28/7/2026). Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, namun rumah mengalami kerusakan sehingga tidak lagi aman untuk ditempati.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan tim assessment ke lokasi untuk melakukan pendataan sekaligus menyalurkan bantuan logistik kepada keluarga terdampak.
”Begitu menerima laporan, kami segera mengirimkan tim assessment ke lokasi untuk melakukan pendataan kondisi di lapangan sekaligus menyalurkan bantuan logistik. Penanganan darurat juga kami lakukan dengan berkoordinasi bersama pemerintah desa, kecamatan, TNI, Polri, Dinas Sosial, BAZNas, serta masyarakat setempat agar kebutuhan korban dapat segera tertangani,” ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk sementara waktu keluarga korban mengungsi di rumah kerabat terdekat sambil menunggu proses penanganan lebih lanjut. Menurutnya, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah perbaikan rumah agar korban dapat kembali tinggal dengan aman.
”Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan seluruh pihak terkait agar proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan secepat mungkin. Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam membantu warga yang sedang mengalami musibah,” tambahnya.
Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi rumah yang sudah berusia tua, terutama saat terjadi cuaca ekstrem disertai angin kencang.
”Kami harap kepada masyarakat segera melapor kepada kamijika menemukan potensi bahaya yang tentunya dapat mengancam keselamatan warga sehingga langkah mitigasi dapat dilakukan lebih dini,” tutupnya.




