Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Ekonomi

BPS Kuningan Siapkan Sensus Ekonomi 2026, Rekrut Ribuan Petugas Lapangan

Ilustrasi pendataan atau sensus ekonomi BPS

KUNINGAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kuningan mulai mematangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai dasar penyusunan arah pembangunan ekonomi nasional maupun daerah untuk 10 tahun ke depan.

‎Persiapan tersebut disampaikan saat audiensi jajaran BPS Kabupaten Kuningan dengan Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, di Pendopo Kabupaten Kuningan, Kamis (7/5/2026). Dalam kesempatan itu, BPS memaparkan perkembangan tahapan sensus sekaligus meminta dukungan penuh pemerintah daerah.

‎Kepala BPS Kabupaten Kuningan, Urip Sugeng Santoso menjelaskan, saat ini pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 telah memasuki tahap sosialisasi dan pengisian mandiri untuk usaha besar dan menengah melalui metode Computer Assisted Web Interviewing (CAWI).

‎“Pengisian mandiri sudah berjalan melalui kerja sama dengan sejumlah perangkat daerah seperti Diskopdagperin, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan. Namun tingkat partisipasi pelaku usaha masih perlu terus ditingkatkan agar data yang dihimpun lebih optimal,” ujarnya.

‎Selain pengisian mandiri, BPS juga akan melaksanakan pendataan langsung door to door menggunakan metode Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) mulai 15 Juni hingga Agustus 2026.

‎Untuk mendukung proses tersebut, BPS Kabupaten Kuningan tengah merekrut sekitar 1.040 petugas lapangan yang nantinya akan mengikuti pelatihan secara bertahap sebelum diterjunkan ke masyarakat.

‎Sementara itu, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menegaskan bahwa akurasi data dalam Sensus Ekonomi 2026 menjadi hal yang sangat penting karena hasilnya akan menjadi kerangka pembangunan jangka panjang.

‎“Data ini harus benar-benar akurat karena akan menjadi pedoman pembangunan hingga 10 tahun ke depan. Petugas harus memahami pentingnya ketelitian agar data yang dihasilkan benar-benar menggambarkan kondisi riil masyarakat,” tegas Bupati.

‎Ia juga menilai keberhasilan sensus akan sangat menentukan kualitas kebijakan pemerintah, terutama dalam memetakan kondisi ekonomi masyarakat, perkembangan UMKM, ketahanan usaha, hingga arah pembangunan daerah berbasis data.

‎Dalam audiensi tersebut, BPS turut memperkenalkan inovasi digital Pandawa Cantik atau Pusat Analisis dan Wawasan Data Cantik yang dirancang untuk mengintegrasikan berbagai data desa dalam satu platform digital berbasis analisis otomatis.

‎Sistem tersebut nantinya dapat membantu pemerintah desa maupun daerah dalam membaca kondisi sosial ekonomi masyarakat secara lebih cepat dan presisi melalui visualisasi data, pemetaan spasial, hingga rekomendasi analisis pembangunan.

Baca Juga :  Dua Kursi Dewan Pengawas LPPL Kuningan Diperebutkan 8 Pelamar

Penulis: Icu Firmansyah || Editor: Sopandi