Camat Cilebak, Rio Cahyadi, SE., M.MPd., memberikan gambaran betapa menantangnya mengelola wilayah dengan luas 3.181 hektar yang didominasi pegunungan ini. Dengan populasi lebih dari 11 ribu jiwa yang tersebar di tujuh desa, masalah infrastruktur bukan hanya soal aspal jalan.
Salah satu isu krusial yang diangkat Rio adalah jaringan telekomunikasi. Di beberapa titik Cilebak, warga masih kesulitan mendapatkan sinyal yang stabil, sebuah ironi di tengah narasi digitalisasi yang gencar didorong pemerintah pusat. Selain itu, peningkatan layanan pemerintahan di tingkat kecamatan juga menjadi aspirasi utama yang dibawa ke meja Musrenbang.
“Musrenbang ini menjadi momentum penyelarasan pembangunan desa dengan visi Kuningan Melesat. Kami ingin perencanaan ini benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, terutama penguatan jaringan telekomunikasi dan infrastruktur pendukung desa,” kata Rio.
Musrenbang ini turut dihadiri oleh jajaran Bappeda, anggota DPRD dari daerah pemilihan setempat, serta unsur Forkopimcam. Kehadiran legislatif diharapkan mampu mengawal aspirasi warga Cilebak agar tidak rontok saat pembahasan di tingkat kabupaten.
Di akhir arahannya, Bupati Dian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas wilayah. Baginya, pembangunan sehebat apapun tidak akan berjalan di atas tanah yang penuh konflik. Dengan perencanaan yang jujur dan objektif, Cilebak diharapkan mampu keluar dari bayang-bayang ketertinggalan dan menjadi bagian penting dari kemajuan Kuningan di tahun-tahun mendatang. (ali)
