- Reza Rizki Yana dari Kecamatan Kramatmulya yang menunjukkan dedikasi tinggi di lapangan.
- Baras Hensa asal Garawangi yang menjadi motor permainan.
- Nabil Dei Anugerah dari Kecamatan Pasawahan yang memberikan kontribusi positif bagi skema tim.
Kehadiran trio lokal ini membuktikan bahwa visi Proton FC tidak hanya mengejar gelar juara, tetapi juga menjadi inkubator bagi atlet-atlet potensial di wilayah Kuningan dan sekitarnya.
Lebih jauh, Thony memproyeksikan Proton FC sebagai motor penggerak ekosistem futsal yang sehat. Hal ini mencakup komitmen terhadap pembinaan usia muda serta upaya meningkatkan kualitas kompetisi di level nasional.
Kini, tantangan sesungguhnya bagi Proton FC adalah menjaga napas panjang hingga akhir musim. Thony memohon doa dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar skuadnya tetap rendah hati dan bekerja keras demi menjaga tren positif ini. Dengan semangat “Kuningan Melesat”, harapan agar trofi juara berlabuh di tanah Kuningan kini bukan sekadar mimpi di siang bolong. ***
Penulis: Ali ‖ Editor: Ali
