
KUNINGAN — Pemerintah Kabupaten Kuningan menyiapkan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-528 dengan sejumlah perubahan. Pameran pembangunan yang selama ini menjadi agenda rutin diganti dengan festival kopi. Karnaval budaya pun akan mengambil tema sejarah Kuningan dari masa ke masa.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan U. Kusmana mengatakan perubahan itu dilakukan agar perayaan hari jadi tidak berulang dengan pola yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Ia ditunjuk Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar sebagai ketua pelaksana rangkaian Hari Jadi ke-528.
“Tahun ini kita ingin Hari Jadi Kuningan tidak monoton,” kata Uu seusai rapat koordinasi persiapan Hari Jadi, Sabtu (30/8/2026).
Menurut dia, Bupati menginginkan perayaan tahun ini lebih dekat dengan masyarakat. Kegiatan tidak hanya ditujukan sebagai seremoni pemerintah, tetapi juga memberi ruang bagi pelaku usaha lokal dan menjadi hiburan bagi warga.
Salah satu perubahan terlihat pada agenda pameran pembangunan. Kegiatan yang dinilai semakin kehilangan animo masyarakat itu digantikan Ciremai Coffee Culture bertajuk “Melesat Bersama Aroma Kopi”.
Uu mengatakan festival tersebut akan menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk kopi dari berbagai wilayah Kuningan. Berdasarkan data yang ia sampaikan, produksi kopi Kuningan pada 2025 mencapai 1.157 ton. Angka itu menempatkan Kuningan sebagai salah satu daerah penghasil robusta terbesar di Jawa Barat.
“Ajang ini akan menjual berbagai komoditas kopi dalam berbagai bentuk minuman dan makanan,” ujar Uu, yang pernah menjabat Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian Kuningan.
Konsep berbeda juga diterapkan pada Karnaval Budaya. Para camat akan menampilkan potongan sejarah Kuningan dari berbagai periode melalui kostum dan pertunjukan. Karnaval dijadwalkan mengambil rute dari Bundaran Cijoho menuju Taman Kota.
Agenda tradisi juga mengalami perubahan. Seba Sapton dan Babarit yang biasanya digelar terpisah akan dikemas dalam satu rangkaian. Helaran dimulai dari Taman Kota menuju Pendopo Kuningan. Jika sebelumnya berlangsung pagi, tahun ini kegiatan tersebut dijadwalkan pada siang hingga sore.
Rangkaian Hari Jadi ke-528 mengusung tema “Melesat Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi”. Sejumlah kegiatan bahkan telah dimulai sejak awal Agustus.
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kuningan Ucu Sukmawati, yang juga menjadi sekretaris panitia Hari Jadi, mengatakan rangkaian acara diawali Kick Off Turnamen Sepak Bola Bupati Cup pada 1 Agustus 2026.
Berikutnya, pada 21 Agustus, pemerintah mencanangkan Gema Saumima atau Gerakan Bersama Sauyunan Miara Makam. Pada 26 Agustus digelar Haul Syekh Maulana Akbar, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, istigasah dan tablig akbar dengan menghadirkan Ustaz Solmed.
Pada 27 Agustus, pemerintah melakukan ziarah ke makam para leluhur dan mantan bupati Kuningan. Tahun ini cakupan ziarah diperluas hingga 21 makam, termasuk makam yang berada di luar Kuningan. Ziarah ke makam Sunan Gunung Djati dijadwalkan pada 31 Agustus.
Puncak peringatan berlangsung pada 1 September. Sidang Paripurna Hari Jadi digelar pada pagi hari. Pada sore harinya, final Bupati Cup berlangsung di Stadion Mashud Wisnusaputra dengan kehadiran Persib Legend. Malam harinya, masyarakat akan mendapat hiburan dari sejumlah artis, antara lain Charlie Van Houten.
Agenda berlanjut dengan khitanan massal di RSUD Linggajati pada 3 September. Sehari kemudian, Ciremai Coffee Culture dibuka dan berlangsung selama tiga hari.
Pada 5 September, Seba Sapton dan Babarit digelar. Sehari setelahnya, kegiatan Melesat Run dijadwalkan berlangsung dengan hadiah dua tiket umrah dan sepeda motor.
Adapun Bupati Saba Lembur akan berlangsung di Desa Subang pada 8 September dan Desa Mandirancan pada 10 September. Seluruh rangkaian ditutup Karnaval Budaya pada 13 September.
Selain agenda hiburan dan kebudayaan, pemerintah juga menggandeng sektor swasta. Melalui Surat Edaran Nomor 500.2/1775/2026, pemerintah meminta toko modern, pusat perbelanjaan, rumah makan, kafe, hotel hingga pengelola wahana rekreasi memberikan potongan harga selama momentum Hari Jadi.
Diskon yang ditawarkan berkisar 10 hingga 70 persen, bergantung pada kebijakan masing-masing pelaku usaha, dan berlaku pada 1-2 September 2026.
Sekda Uu berharap rangkaian Hari Jadi tidak berhenti sebagai perayaan seremonial. Menurut dia, perputaran ekonomi dari berbagai kegiatan juga harus dirasakan pelaku UMKM dan masyarakat.
“Intinya, seluruh rangkaian kegiatan kita pastikan untuk memberikan kegembiraan bagi masyarakat Kabupaten Kuningan,” kata Uu. ***





