KUNINGAN – Perjuangan maraton tim gabungan penanganan bencana di Kabupaten Kuningan akhirnya membuah hasil manis. Setelah berlangsung selama 13 hari sejak pertama kali berkobar pada Rabu, (12/8/2026), api dan kepulan asap yang melahap area Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru, Desa Ciniru, Kecamatan Jalaksana, resmi dinyatakan padam total dan terkendali.

‎Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menyampaikan kabar lega tersebut setelah seluruh proses pemadaman dan pendinginan intensif di area terdampak seluas kurang lebih 5,4 hektar selesai dilakukan, Senin malam (24/8/2026).

‎”Alhamdulillah, berkat sinergi, kerja keras, dan dedikasi pantang menyerah dari seluruh unsur gabungan serta dukungan masyarakat, penanganan kebakaran di TPSA Ciniru dengan metode pemadaman dan pendinginan intensif kini telah resmi selesai ditangani,” ujarnya, Selasa, (25/8/2026)

‎Keberhasilan operasi pemadaman di TPSA Ciniru, menurutnya, merupakan buah dari kolaborasi solid lintas instansi. Ratusan personel dikerahkan setiap harinya, melibatkan kementerian teknis, Pemprov Jabar, TNI-Polri termasuk Yonif TP 839/SA, BPBD, UPT Damkar, DPUTR, Dinas Kesehatan, PMI, relawan, hingga elemen masyarakat setempat.

‎Operasi pemadaman juga memanfaatkan pemetaan teknologi presisi tinggi. Tim penanganan menggunakan drone thermal dari BPBD Kota/Kabupaten Cirebon untuk mengidentifikasi titik panas atau hotspot terselubung di dalam tumpukan sampah bawah permukaan.

Selain itu, digunakan juga alat pemadam modern seperti sprinkle tripod bantuan BPBD Provinsi Jawa Barat serta pengerahan armada mobil tangki dan alat berat excavator. Alat-alat tersebut menjadi kunci dalam melokalisir api sehingga tidak merembet ke pemukiman maupun lahan perkebunan warga sekitar.

‎Bahkan, semangat pantang menyerah tim lapangan ditunjukkan saat seluruh petugas gabungan tetap menggelar Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia secara khidmat di tengah lokasi TPSA Ciniru pada Senin (17/8/2026) lalu, sebelum melanjutkan pemadaman.

‎Indra Bayu menegaskan bahwa dalam peristiwa kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa. Meskipun api dan kepulan asap utama sudah menghilang, BPBD Kuningan tidak lantas berpuas diri.

‎”Meski penanganan aktif telah selesai, kami dari BPBD Kuningan beserta unsur terkait akan terus melakukan pemantauan dan monitoring secara berkala di lokasi TPSA Ciniru. Langkah ini penting untuk memastikan kondisi TPSA benar-benar aman dan tidak ada potensi munculnya kembali titik api baru,” tambahnya.

‎Lebih lanjut, ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan berterima kasih kepada seluruh pihak, para donatur seperti Baznas, IDI Kuningan, AS Putera Group, DPMPTSP dan lain sebagainya serta masyarakat yang terus menyalurkan bantuan logistik dan suplemen demi mendukung perjuangan para petugas di lapangan selama dua pekan hari operasi.