KUNINGAN — Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar meminta mahasiswa Universitas Terbuka (UT) tidak berhenti mengejar ijazah. Ia mendorong mahasiswa memanfaatkan pendidikan sebagai bekal membangun usaha dan menciptakan lapangan kerja.

Pesan itu disampaikan Dian saat menjadi narasumber dalam kegiatan Layanan Pendukung Kesuksesan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) Universitas Terbuka (UT) Bandung bagi mahasiswa di wilayah Kabupaten Kuningan. Kegiatan berlangsung di Aula SMKN 3 Kuningan, Minggu (16/8/2026).

Di hadapan ratusan mahasiswa, Dian mengapresiasi mahasiswa UT yang menjalani kuliah sambil bekerja dan mengurus keluarga. Menurut dia, kemampuan membagi waktu tersebut merupakan modal penting untuk menghadapi dunia kerja dan usaha yang terus berubah.

Namun, ia mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan gelar akademik sebagai tujuan akhir.

“Setinggi apa pun gelar S1, S2, S3, keberhasilan dan keberkahan tidak diukur dari strata sarjana yang kita peroleh, tetapi sejauh mana kita bermanfaat bagi orang lain,” ujar Dian.

Ia mendorong mahasiswa membuka pola pikir kewirausahaan. Menurut Dian, perguruan tinggi seharusnya tidak hanya menghasilkan lulusan yang mencari pekerjaan, tetapi juga melahirkan orang-orang yang mampu menciptakan pekerjaan.

Potensi Lokal Jangan Hanya Jadi Pasar

Dian kemudian menyinggung kondisi pendidikan di Kabupaten Kuningan. Ia menyebut rata-rata lama sekolah (RLS) masyarakat Kuningan masih sekitar 7,9 tahun atau setara kelas dua SMP.

Kondisi itu, kata dia, menjadi pekerjaan rumah di tengah jumlah penduduk Kuningan yang mencapai sekitar 1,2 juta jiwa. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dinilai penting agar masyarakat lokal mampu mengambil peran lebih besar dalam perkembangan investasi dan ekonomi daerah.

Dian juga mengingatkan mahasiswa agar tidak membiarkan potensi ekonomi Kuningan dikelola pihak luar sementara masyarakat lokal hanya menjadi pekerja.

Pertanian kopi, ubi jalar, dan sektor pariwisata, misalnya, menurut dia, masih memiliki ruang pengembangan yang luas. Perguruan tinggi dapat mengambil peran dengan menghadirkan inovasi, riset, serta model usaha yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

“Tidak cukup ijazah untuk menyongsong masa depan. Generasi muda harus beradaptasi dengan perkembangan zaman, memanfaatkan teknologi secara produktif, serta membangun kecerdasan emosional dan sosial,” katanya.

AI Jadi Bagian dari Perubahan

Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) juga menjadi perhatian Dian. Ia meminta mahasiswa tidak melihat teknologi hanya sebagai ancaman terhadap lapangan pekerjaan, tetapi sebagai alat yang dapat meningkatkan produktivitas.

Mahasiswa, menurut dia, perlu memahami teknologi dan menggunakannya untuk mengembangkan gagasan, bisnis, maupun kemampuan profesional. Adaptasi menjadi penting karena perubahan teknologi berlangsung jauh lebih cepat dibanding sebelumnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dian menyampaikan tiga pesan kepada mahasiswa UT. Pertama, menyelesaikan apa yang sudah dimulai meski menghadapi hambatan. Kedua, menjadikan belajar sebagai proses sepanjang hayat. Ketiga, menggunakan ilmu yang diperoleh untuk memberi manfaat bagi orang lain.

Ia mengutip prinsip khairunnas anfa’uhum linnas, bahwa manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya.

Ulah sieun kanu ngimpi (jangan pernah takut bermimpi), jangan takut berproses, dan jangan berhenti melangkah,” ujar Dian.

Kegiatan LPKBJJ tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kuningan Elon Carlan, Direktur UT Bandung Enceng, Manajer Pembelajaran UT Bandung Zulham Adamy, serta Ketua Sentra Layanan UT Iin Luginawati. ***