KUNINGAN – Bupati Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar mengungkapkan makna mendalam di balik tema Karnaval Budaya dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-528 Kuningan.

Karnaval mengusung tema “Melesat Ngudag Zaman, Ngakar Kuat Purwadaksi”, tidak hanya dipandang sebagai hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenalkan kembali perjalanan sejarah dan jejak para pendahulu dalam membangun Kabupaten Kuningan.

‎Bupati Dian mengatakan, tema tersebut mengandung pesan agar pembangunan Kuningan ke depan tetap berpijak pada sejarah dan fondasi yang telah dibangun oleh para pendahulu.

‎“Kita boleh maju, membangun, modern, melesat, tapi jangan meninggalkan sejarah. Jangan meninggalkan jejak para pendahulu kita yang telah membuat Kuningan maju seperti hari ini,” ungkapnya, Sabtu, (12/9/2026) saat memantau lokasi karnaval.

‎Menurutnya, para pendahulu telah memberikan warna dan meletakkan fondasi yang kuat bagi perkembangan Kuningan hingga saat ini. Oleh karena itu, kata dia, kemajuan daerah harus berjalan seiring dengan upaya menjaga serta mengenalkan sejarah kepada generasi sekarang dan mendatang.

‎Melalui Karnaval Budaya, masyarakat diharapkan tidak hanya menikmati suguhan seni dan budaya, tetapi juga mendapatkan pengetahuan mengenai perjalanan panjang Kuningan dari berbagai fase sejarah.

‎Lebih lanjut, ia menyebut, dalam karnaval tersebut akan ditampilkan berbagai gambaran fase sejarah, termasuk keberadaan kerajaan-kerajaan yang pernah mewarnai perjalanan wilayah Kuningan.

‎“Besok ada kerajaan, berbagai fase. Saya yakin masyarakat Kuningan belum begitu mengenal. Saung Galah, terus yang dulu di Kuningan Timur, Luragung. Mudah-mudahan dengan besok masyarakat akan lebih terbuka, ‘Oh ya, Kuningan tuh kaya sejarah,’” tuturnya.

‎Ia menambahkan, keberadaan Kuningan saat ini tidak terlepas dari rentetan peristiwa dan perjalanan kerajaan-kerajaan pada masa sebelumnya. Pemahaman terhadap sejarah tersebut penting agar masyarakat memiliki kesadaran bahwa kemajuan daerah merupakan hasil dari proses panjang yang diwariskan dari generasi ke generasi.

‎“Jadi, Kuningan berdiri itu berdasarkan rentetan peristiwa-peristiwa kerajaan-kerajaan sebelumnya,” jelasnya.

‎Selain mengangkat nilai sejarah, Pemerintah Kabupaten Kuningan juga melakukan sejumlah pembenahan dalam pelaksanaan Karnaval Budaya tahun ini. Salah satunya dengan mengutamakan kualitas peserta dan kesesuaian tema.

‎Ia mengatakan, peserta tidak sekadar mengikuti pawai, tetapi diarahkan untuk menampilkan kreativitas yang sesuai dengan tema tersebut.

‎“Sekarang kita tidak mengejar kuantitas, tapi kualitas. Mereka tidak hanya asal pawai, tapi juga temanya sesuai dengan tema yang kita usung hari ini, yaitu Kuningan dari Masa ke Masa,” katanya.

‎Dari sisi kenyamanan masyarakat, Pemkab Kuningan juga menyiapkan tenda khusus penonton di sejumlah titik, terutama di sekitar area finis, sehingga masyarakat yang menyaksikan karnaval dapat terlindungi dari terik matahari.

‎Pihaknya berharap pelaksanaan Karnaval Budaya dapat menjadi hiburan rakyat sekaligus ruang edukasi bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat kekayaan sejarah dan budaya Kuningan.

‎“Semaksimal mungkin Pemda sekarang memberikan hiburan yang menyenangkan dan membuat masyarakat nyaman,” ujarnya.

‎Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan dijadwalkan dimulai pada pukul 07.30 WIB. Tahun ini, rute karnaval diperpanjang dibandingkan pelaksanaan sebelumnya untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat dalam menyaksikan rangkaian kegiatan.

‎Bupati bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan para kepala perangkat daerah juga dijadwalkan berjalan mengikuti karnaval dari Pendopo pada waktu yang sama.