KUNINGAN — Rabu siang (31/12/2025) di penghujung Desember 2025, suasana di Kelurahan Cirendang terasa lebih hangat dari biasanya. Di tengah kesibukan birokrasi yang lazimnya terjebak dalam tumpukan berkas laporan akhir tahun, sekelompok aparatur negara dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kuningan memilih turun ke jalan. Agenda mereka bukan soal mutasi atau promosi, melainkan sebuah misi kemanusiaan yang senyap namun mendalam.
Dipimpin langsung oleh Kepala BKPSDM, Beni Prihayatno, instansi yang biasanya lekat dengan urusan administratif ribuan ASN ini menyambangi Yayasan Harum Madani Indonesia. Langkah ini bukan sekadar kunjungan basa-basi, melainkan implementasi nyata dari Peraturan Bupati Nomor 82 Tahun 2020 tentang Apel Aparatur Peduli Lingkungan.
Di hadapan para pengurus yayasan dan anak-anak yatim, Beni menyerahkan paket bantuan pangan pokok mulai dari beras hingga telur. Uniknya, bantuan ini bukan berasal dari pos anggaran APBD yang kaku, melainkan hasil “saweran” atau gotong royong para ASN di lingkungan BKPSDM.
“Bantuan ini adalah wujud empati kolektif. Kami ingin menumbuhkan solidaritas di internal birokrasi. Aparatur tidak boleh hanya peka terhadap angka dan data, tapi juga harus peka terhadap lingkungan sosialnya,” ujar Beni saat ditemui di sela kegiatan.
Menurut Beni, mandat dari Keputusan Bupati Nomor 420 Tahun 2025 memang mengarahkan agar kepedulian ASN tidak hanya bersifat simbolis. Bentuknya beragam, mulai dari penghijauan melalui bibit tanaman, pelestarian satwa, hingga bantuan pangan untuk menekan beban ekonomi kelompok masyarakat rentan.
Selain di Cirendang, tim BKPSDM bergerak menyisir dua lokasi lainnya yaitu Yayasan Gemah Ripah di Gunung Keeling dan Graha Yatim Dhuafa di kawasan Pasapen. Ketiga titik ini dipilih karena menjadi rumah bagi ratusan anak asuh yang membutuhkan sokongan logistik berkelanjutan.
Kunjungan ini mendapat apresiasi mendalam dari Ketua Yayasan Harum Madani Indonesia, Irsyad Amiruddin. Bagi Irsyad, kehadiran para pejabat BKPSDM membawa angin segar, bukan hanya karena beras yang mereka bawa, melainkan karena adanya komitmen keberlanjutan.
“Yang kami tangkap, ini bukan bakti sosial ‘hit and run’ atau sekali pakai lalu hilang. Tadi bahkan ada rencana kunjungan dan bantuan rutin setiap bulan. Ini sangat luar biasa bagi operasional yayasan,” ungkap Irsyad.
Yayasan Harum Madani sendiri membina sedikitnya 120 anak. Sekitar 15 anak tinggal menetap (mukim), sementara sisanya tersebar di Kelurahan Cirendang dan Cipari. Irsyad memastikan bahwa pasokan sembako dari para ASN ini akan disalurkan kembali dalam paket santunan rutin pada Januari 2026 mendatang.
Bagi BKPSDM, aksi sosial ini menjadi penutup lembaran kerja tahun 2025 yang elegan. Di tengah sorotan publik terhadap kinerja birokrasi, Beni Prihayatno ingin menunjukkan bahwa ASN Kuningan adalah bagian dari ekosistem sosial yang memiliki “hati”. Program ini bahkan menyasar rekan sejawat mereka, sesama ASN yang tengah didera sakit atau kondisi darurat.
Pemilihan waktu di akhir tahun diakui Beni sebagai momentum refleksi. “Kami berharap kegiatan ini membawa keberkahan dan menjadi penguat semangat untuk memasuki tahun 2026 yang penuh tantangan,” pungkasnya.
Di bawah langit Kuningan yang mulai menua di penghujung tahun, langkah kecil para pembina ASN ini seolah menjadi pengingat bahwa jabatan hanyalah sementara, namun kepedulian sosial adalah warisan yang melampaui masa pensiun. (ali)
