Kunjungan ini mendapat apresiasi mendalam dari Ketua Yayasan Harum Madani Indonesia, Irsyad Amiruddin. Bagi Irsyad, kehadiran para pejabat BKPSDM membawa angin segar, bukan hanya karena beras yang mereka bawa, melainkan karena adanya komitmen keberlanjutan.
“Yang kami tangkap, ini bukan bakti sosial ‘hit and run’ atau sekali pakai lalu hilang. Tadi bahkan ada rencana kunjungan dan bantuan rutin setiap bulan. Ini sangat luar biasa bagi operasional yayasan,” ungkap Irsyad.
Yayasan Harum Madani sendiri membina sedikitnya 120 anak. Sekitar 15 anak tinggal menetap (mukim), sementara sisanya tersebar di Kelurahan Cirendang dan Cipari. Irsyad memastikan bahwa pasokan sembako dari para ASN ini akan disalurkan kembali dalam paket santunan rutin pada Januari 2026 mendatang.
Bagi BKPSDM, aksi sosial ini menjadi penutup lembaran kerja tahun 2025 yang elegan. Di tengah sorotan publik terhadap kinerja birokrasi, Beni Prihayatno ingin menunjukkan bahwa ASN Kuningan adalah bagian dari ekosistem sosial yang memiliki “hati”. Program ini bahkan menyasar rekan sejawat mereka, sesama ASN yang tengah didera sakit atau kondisi darurat.
Pemilihan waktu di akhir tahun diakui Beni sebagai momentum refleksi. “Kami berharap kegiatan ini membawa keberkahan dan menjadi penguat semangat untuk memasuki tahun 2026 yang penuh tantangan,” pungkasnya.
Di bawah langit Kuningan yang mulai menua di penghujung tahun, langkah kecil para pembina ASN ini seolah menjadi pengingat bahwa jabatan hanyalah sementara, namun kepedulian sosial adalah warisan yang melampaui masa pensiun. (ali)
