“Kehabisan bensin, Pak.”
“Oh, saya kasih step aja sampai pom bensin, yuk.”
Dan tanpa banyak bicara, mereka meluncur. Sesampainya di SPBU, si bapak menyelipkan uang dua puluh ribu ke tangannya.
“Udah, pake aja, Pak. Rezeki gak bakal salah alamat. Saya juga sering begitu di jalan, dan dulu ada orang yang nolong.”
Laki-laki itu terdiam. Ada rasa hangat mengalir, semacam pelajaran yang tidak bisa diajarkan oleh seminar motivasi atau caption Instagram bertagar #grateful.
Di tengah dunia yang sibuk mencicil kemewahan, ternyata masih ada orang yang mencicil kebaikan , tanpa bunga, tanpa alasan, tanpa perhitungan.
Ia menatap jalan ke arah rumah temannya, lalu tersenyum kecil.
Mungkin suatu hari nanti, saat cicilan mobilnya lunas, temannya akan sadar: ada jenis hutang yang tak tercatat di rekening, hutang kemanusiaan.
Dan sayangnya, tidak semua orang mampu membayarnya tepat waktu.
Fiksi by Bengpri
