Pemerintah menargetkan materi muatan lokal ini sudah bisa diterapkan mulai tahun ajaran baru. Iip meminta semua pihak aktif memberikan masukan agar konten yang dihasilkan menarik, mudah dipahami, dan relevan dengan kehidupan siswa.
“Saya yakin, kolaborasi semua pihak akan melahirkan materi berkualitas. Ini bukan sekadar pelajaran, tapi investasi masa depan,” kata Iip.
Tak hanya memuat aspek geografi dan ekologi, materi Mulok Gunung Ciremai juga akan menyentuh nilai-nilai budaya, sejarah lokal, hingga kearifan masyarakat lereng Ciremai. Harapannya, siswa Kuningan tumbuh menjadi generasi yang bukan hanya tahu, tapi juga peduli dan mau menjaga alamnya sendiri.
Langkah Pemkab Kuningan ini dinilai sebagai terobosan edukatif yang tak hanya memperkaya kurikulum daerah, tetapi juga menumbuhkan identitas dan rasa memiliki terhadap warisan alam lokal. (Ali)
