Kampanye keselamatan di perlintasan bukan satu-satunya agenda hari itu. Daop 3 Cirebon juga menggelar kampanye anti pelecehan seksual di area Stasiun Cirebon dan di atas KA Cakrabuana relasi Cirebon–Gambir. Petugas dan relawan menyapa penumpang secara langsung, membagikan edukasi tentang bentuk-bentuk pelecehan yang kerap terjadi di ruang publik, serta mendorong korban maupun saksi untuk berani melapor melalui saluran resmi.
Pesan yang dibawa sederhana yaitu transportasi publik harus menjadi ruang aman bagi semua. Dalam praktiknya, rasa aman kerap tergerus oleh sikap permisif dan keengganan melapor. Melalui kampanye ini, operator kereta berupaya memutus rantai pembiaran.
Muhibbuddin mengapresiasi keterlibatan Karang Taruna Kelurahan Kesenden yang dinilai menunjukkan kepedulian nyata terhadap keselamatan bersama. Ia berharap partisipasi serupa muncul dari lebih banyak elemen masyarakat. “Budaya tertib lalu lintas dan rasa aman di transportasi publik tidak bisa dibangun sendiri. Ini kerja kolektif,” ujarnya.
Bagi Daop 3 Cirebon, sosialisasi di perlintasan dan kampanye anti-pelecehan merupakan dua sisi dari upaya yang sama: memastikan perjalanan kereta api bukan hanya tepat waktu, tetapi juga selamat dan manusiawi. Di tengah lalu lintas yang kian padat dan mobilitas yang tak pernah berhenti, pesan itu terdengar sederhana namun justru di situlah letak urgensinya. (frans)
