“Seluruh program TP2DD harus berorientasi pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dan memperluas keuangan inklusif,” ujar Iip.
Ia menyebut capaian Indeks ETPD Kabupaten Kuningan pada 2023 mencapai 91,9 persen, masuk kategori digital dan menempati peringkat ke-17 se-Jawa-Bali. Meski demikian, Iip menekankan perlunya edukasi masif untuk mengubah kebiasaan transaksi tunai di masyarakat.
Iip juga menyoroti peran OPD dan Perumda dalam mempercepat perluasan digitalisasi. Salah satu inovasi yang tengah didorong adalah Sipenda Cantik, aplikasi Android yang diluncurkan Bappenda untuk mendukung pendataan pajak berbasis partisipasi warga.
“Sipenda Cantik jadi program unggulan TP2DD. Selain memudahkan pendataan, ini juga dapat meningkatkan PAD secara konkret,” timpal Sekda Kuningan, Dian Rachmat Yanuar.
TP2DD Kuningan menargetkan pencapaian indeks digitalisasi 100 persen dalam waktu dekat, sembari terus memperluas penggunaan QRIS, membangun roadmap digitalisasi lintas sektor, dan memperkuat sinergi antar-lembaga. (ali)
