Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Kuningan

Berhasil Tata Kelola Sampah, Desa Kertayasa Juara 2 Tingkat Nasional

KUNINGAN – Prestasi membanggakan kembali diraih Desa Kertayasa. Salah satu desa di Kecamatan Sindangagung itu berhasil meraih juara 2 dalam ajang inovasi pengelolaan sampah tingkat nasional.

‎Dari puluhan peserta yang mewakili provinsi untuk mengikuti ajang bergengsi antar desa se-nasional itu, tiga desa berhasil meraih predikat terbaik berkat inovasi, konsistensi, serta partisipasi masyarakat dalam mewujudkan tata kelola sampah yang berkelanjutan.

‎Pada peringkat pertama diraih oleh Desa Gemawang, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah yang dinobatkan sebagai juara umum berkat inovasi menyeluruh yang mengintegrasikan pemilahan sampah berbasis rumah tangga, pembangunan bank sampah digital, serta edukasi lingkungan yang masif kepada warganya.

‎Sementara itu, Desa Kertayasa, Kecamatan Sindang Agung, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat berhasil meraih Juara 2. Desa yang terkenal dengan program sampah itu mendapat apresiasi karena keberhasilan mengubah perilaku masyarakat, menerapkan konsep desa nol sampah melalui pelibatan kelembagaan desa, pembentukan KSM Yuni Sarah, penutupan seluruh TPS liar, pemilahan sampah harian yang diawasi koordinator lingkungan, hingga penerapan pengolahan organik dan anorganik berbasis desa.

Desa Kertayasa dinilai mampu menghadirkan model pengelolaan sampah yang efektif, partisipatif, dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

‎Kemudian, Juara 3 disusul oleh Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, yang dinilai berhasil memadukan kearifan lokal dengan inovasi modern dalam pengolahan sampah berbasis masyarakat.

‎”Alhamdulillah prestasi ini sebagai bukti bahwa dalam pengelolaan sampah tidak hanya tugas pemerintah desa saja, melainkan dengan kolaborasi dan partisipasi dari masyarakat,” ujar Arief Amarudin selaku Kepala Desa Kertayasa kepada Cikalpedia.id, Rabu, (19/11/2025).

‎Seperti berita sebelumnya, kades yang inovatif dan dikenal dengan berbagai program unggulan itu menjelaskan cara pendekatan kepada masyarakat betapa pentingnya mengelola sampah yang dinilai sebagai barang kotor bisa menjadi daya jual ekonomis untuk masyarakat.

‎”Kami menggunakan pendekatan sosiologis dengab masyarakat, kami ubah mindset masyarakat yang tadinya membuang sampah sembarangan, kini menjadikan sampah itu sebagai potrnsi yang bisa dimanfaatkan dan menjadi daya jual,” tambahnya.

‎Dengan prestasi tersebut, para pemenang akan dipertemukan dengan Presiden Republik Indonesia untuk penyerahan hadiah sekaligus memperingati hari desa yang bertempat di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

‎”Para pemenang nantinya akan diundang pada acara peringatan Hari Desa pada tanggal 15 Januari 2026 di Kabupaten Boyolali Jawa Tengah bersama Presiden RI,” pungkasnya.

‎Prestasi yang membanggakan itu, Arif berharap, bisa menambah semangat para pengelola program supaya lebih baik dan berkelanjutan. Kemudian bisa memberi motivasi bagi desa yang lain, mengingat pentingnya mengelola sampah dengan baik yang bisa menjadi nilai rupiah bagi masyarakat. (Icu)

Baca Juga :  Sambil Meracik infromasi, Wartawan Lomba Meracik Bumbu

Leave a Comment