Cikalpedia
”site’s ”site’s
Cerpen

Di Antara Kabut dan Kenyataan

“Ada yang kangen naik bareng nggak? Tahun depan, kita ke basecamp lagi. Nggak harus sampai puncak… asal bareng.”

Centang satu. Centang dua. Tidak ada yang membalas.

Tapi Rama tersenyum.

Dia tahu, mungkin butuh waktu.

Namun, sebagaimana ia pernah memimpin di gelapnya hutan rimba, ia percaya—di antara kabut dan kenyataan, masih ada nyala kecil di hati mereka semua.

Yang perlu hanya satu hal:

Kesetiaan untuk menyalakannya kembali.
Mungkin tidak semua bisa kembali.

Tapi bagi Rama, persahabatan itu bukan soal selalu bersama, tapi soal bagaimana mengenang seseorang dengan rasa hangat—meski tak lagi bisa bicara.

Satu untuk semua, semua untuk satu… kadang hanya hidup di masa lalu.

Dan tak apa. Karena dari masa lalu itulah Rama belajar satu hal penting:

Survival yang sejati bukan tentang bertahan hidup di alam liar. Tapi bertahan menjadi manusia baik, meski dunia berubah menjadi liar.

Rama mendesah.

“Kita pernah satu tenda,” gumamnya. “Kita pernah saling jaga di tengah badai.”

Kini badai itu datang dalam bentuk lain: tagihan, konflik, kesalahpahaman, gengsi, dan ego.

Dan tak ada lagi yang mau bertahan bersama.

Hanya Fiksi Sembari Ngopi by Bengpri

Baca Juga :  Omzet Anjlok, Penutupan Jalan Siliwangi Kuningan Dikecam Pedagang

Related posts

Sapawarga Banjir Aduan Warga Jabar, Pemerintah Cepat Tanggap

Cikal

Bantuan 4 Miliar untuk Pertanian Kuningan Belum Terserap? Ini Penjelasan Dinas Pertanian

Cikal

Jelang PAS, Dugaan Jual Beli Soal Nodai Kabupaten Pendidikan

Ceng Pandi

Leave a Comment