Tapi Dimas bangkit. Diperhatikannya lagi foto ayahnya.
“Pak… kalau kau saja bisa tetap tabah, aku juga harus kuat.”
Ia masuk ke kamar, mengusap kepala anaknya, lalu memeluk istrinya dengan keheningan yang penuh arti. Esok pagi, ia akan kembali ke pasar, menawarkan barang dagangannya meski kaki lelah dan harapan tipis.
Di matanya sendiri, kini ia melihat bayangan sang ayah.
Tua, lelah, tapi tetap bertahan.
Karena cinta, karena tanggung jawab, dan karena semangat yang tak boleh mati.
Sekedar Fiksi sambil Ngopi by Bengpri
Terinspirasi dari Lagu Lirik Lagu Titip Rindu Buat Ayah – Ebiet G Ade
