Faqih mengungkapkan, UGJ telah menjalankan berbagai program internasional yang melibatkan mahasiswa dan dosen. Mahasiswa UGJ, misalnya, telah mengikuti program magang internasional di sejumlah negara Asia seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan. Program tersebut memungkinkan mahasiswa bekerja langsung di sektor industri luar negeri.
Selain itu, dosen UGJ juga terlibat dalam kegiatan akademik lintas negara, termasuk mengajar di perguruan tinggi luar negeri dan mengikuti kolaborasi riset internasional. “Kami juga aktif menyelenggarakan seminar internasional dan memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi di Eropa,” kata Faqih.
Dengan berbagai langkah tersebut, UGJ berharap dapat meningkatkan daya saing di level global tanpa kehilangan akar lokalnya. Usia 65 tahun, bagi UGJ, bukan soal angka, melainkan penanda transisi dari kampus regional menuju institusi pendidikan tinggi yang siap tampil di panggung internasional. (Frans)
