Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s
Pendidikan

Disdikbud Luncurkan Smart Service, Digitalisasi Pendidikan Kuningan

Suasana peluncuran aplikasi "Disdikbud Smart Service (DSS)". (Istimewa)

“Kami ingin menjadikan teknologi sebagai alat untuk memperkuat kinerja, bukan menggantikannya. Dengan DSS, kami berupaya menumbuhkan budaya kerja yang adaptif terhadap perubahan zaman,” kata Uu, menegaskan DSS adalah alat untuk mencapai kualitas pendidikan yang lebih baik.

Acara peluncuran dilanjutkan dengan demonstrasi langsung penggunaan aplikasi DSS oleh Andri Maulana, M.Kom, salah satu anggota tim pengembang. Peserta diperlihatkan berbagai fitur utama yang dapat diakses melalui laman resmi disdikbudsmartservice.id. Simulasi daring yang melibatkan SMP Negeri 2 Darma menunjukkan kemudahan dalam pengisian dan penelusuran data sekolah melalui sistem tersebut.

Antusiasme peserta terlihat tinggi. Rusmiadi, A.P., S.Sos., M.Si., Sekretaris Disdikbud Kuningan, menyampaikan bahwa inovasi ini akan menjadi jembatan yang efektif untuk memperkuat komunikasi antara Disdikbud dan satuan pendidikan di tingkat bawah.

“Dengan DSS, arus informasi antara dinas, sekolah, dan masyarakat akan menjadi lebih lancar. Ini wujud nyata semangat pelayanan publik yang berorientasi pada kemudahan dan keterbukaan,” ujar Rusmiadi.

Sementara itu, Kepala sekolah yang hadir menyambut baik terobosan ini. Hj. Elin Linawati, M.M.Pd., Kepala SMP Negeri 1 Jalaksana, menilai DSS akan sangat membantu kepala sekolah dan operator dalam mengakses layanan administrasi pendidikan secara lebih efisien. “Sistem ini menjawab kebutuhan kami di lapangan. Banyak proses yang sebelumnya manual kini bisa dilakukan secara daring,” katanya.

Senada, Dedi Rahmadi, S.Pd., Kepala SDN 1 Nangerang sekaligus Ketua K3S Jalaksana, meyakini kehadiran DSS dapat memangkas waktu layanan dan memudahkan koordinasi antar-sekolah di wilayahnya. Apresiasi juga mengalir dari jalur daring, termasuk dari perwakilan TK dan SMP yang menilai DSS sebagai terobosan relevan dengan kebutuhan pendidikan di era digital.

Dengan hadirnya Disdikbud Smart Service, Kabupaten Kuningan kini menegaskan diri sebagai daerah yang serius membangun ekosistem pendidikan berbasis digital. Lebih dari sekedar aplikasi, DSS menjadi simbol perubahan menuju tata kelola pendidikan yang modern, transparan, dan partisipatif, sejalan dengan visi besar untuk mewujudkan pendidikan Kuningan yang berkualitas dan berdaya saing melalui inovasi teknologi. (ali)

Baca Juga :  Relevansi Pendidikan Islam Imam Al-Ghazali di Era Modern

Related posts

Tidak Ada Pelanggaran Prosedur, Sadam: OB adalah Manifestasi dan Komitmen Tata Kelola Profesional

Ceng Pandi

Dari Kutaraja, Menanam Harapan

Cikal

Hotel Santika Kuningan Disorot, Pembangunan Diduga Langgar RTRW dan LP2B

Cikal

Leave a Comment