KUNINGAN – Nama Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, mencuat dalam perbincangan mengenai peluang menjadi Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kuningan. Ketika dikonfirmasi tentang hal itu, kader Golkar ini memilih fokus menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai kepala daerah.

Hal tersebut terungkap saat, Dian, menanggapi pertanyaan awak media mengenai kabar dirinya disebut-sebut berpeluang memimpin Gerindra di Kabupaten Kuningan. Dengan santai, ia mengaku lebih memilih berkonsentrasi pada pekerjaan ketimbang larut dalam spekulasi politik.

“Saya mah fokus kerja saja,” ujar Dian menanggapi pertanyaan tersebut, Kamis, (15/10/2026).

Ia pun mengakui bahwa urusan politik bukanlah hal yang ingin terlalu jauh ia komentari. Menurutnya, setiap partai memiliki mekanisme dan kader-kader yang memahami dinamika internal organisasi masing-masing.

“Yang pasti saya fokus kerja. Urusan politik mah saya kurang begitu paham, tapi yang pasti kan banyak yang ahlinya. Kalau saya sendiri, serahkan saja ke yang menguasai,” tuturnya.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan dirinya ditunjuk oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra sebagai ketua partai di tingkat kabupaten, Dian menanggapinya dengan nada bercanda.

“Itu berandai-andai,” ucapnya sambil tertawa.

Meski demikian, ia menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga hubungan baik dengan berbagai partai politik.

Saat disinggung mengenai kemungkinan berpindah haluan politik atau loncat pagar, ia memberikan jawaban yang menekankan kecintaannya terhadap Kabupaten Kuningan sekaligus kedekatannya dengan berbagai kalangan politik.

“Saya pastikan, saya tidak akan loncat pagar keluar dari Kabupaten Kuningan. Saya cinta banget Kuningan. Ya Golkar, ya Gerindra, ya PDI, semua sahabat-sahabat saya, partner saya,” katanya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan sikap Dian yang berupaya menjaga komunikasi dan hubungan baik lintas partai. Baginya, perbedaan kendaraan politik tidak harus menjadi penghalang untuk membangun kemitraan, terutama dalam mendukung kepentingan masyarakat Kabupaten Kuningan.

Dalam suasana wawancara yang berlangsung santai, awak media juga sempat menyinggung isu mengenai kemungkinan istrinya melangkah ke tingkat provinsi pada 2029. Pertanyaan itu disambut dengan gurauan, termasuk ketika Dian kembali menekankan bahwa masih banyak tokoh yang lebih memahami peta politik Kuningan.

Di tengah berbagai spekulasi tersebut, Dian memilih tidak berspekulasi lebih jauh mengenai arah kepemimpinan partai maupun kemungkinan dirinya menduduki posisi strategis di Gerindra. Ia menyerahkan proses politik kepada mekanisme organisasi dan pihak-pihak yang memiliki kewenangan.***