Meski demikian, lanjut Roro, beberapa dinas di Kuningan sudah menggunakan pelayanan berbasis smart city tersebut. Tiga di antaranya yaitu pelayanan online administrasi kependudukan, sistem perizinan terintegrasi, dan pemanfaatan aplikasi pengaduan masyarakat.
“Ada beberapa dinas yang sudah menggunakan salah satu dimensi itu, salah satunya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang menggunakan dimensi smart goverment, pelayanan berbasis aplikasi yang sudah terintegrasi,” katanya.
Roro berharap implementasi smart city di Kuningan bisa berjalan dan terintegrasi antar perangkat daerah. Ke depan, layanan yang diberikan pemerintah tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling terhubung dalam satu sistem yang terpadu. (Icu)
