Peningkatan kuota tersebut, lanjut Fauzi, berasal dari peralihan alokasi kuota dari kabupaten lain yang tidak terserap. Hal itu terjadi karena dalam proses administrasi, penerbangan, dan tahapan lainnya mengalami kendala, sehngga gagal berangkat pada tahun yang dijadwalkan.
“Tahun ini Kuningan dapat barokah penambahan kuota dari alokasi kabupaten lain,” ujarnya.
Pihaknya juga bersyukur, proses pemberangkatan jamaah haji reguler di Kuningan berjalan sesuai prosedur dan diawasi secara ketat. Seluruh tahapannya, mulai dari pendaftaran, pelunasan, hingga pemberangkatan, dilakukan secara transparan dengan sistem terintegrasi.
Menurutnya, hal tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan terhadap jamaah tetap optimal serta meminimalisir potensi terjadinya penyimpangan. Karena itu Ia berharap isu dugaan kasus korupsi yang tengah diselidiki di tingkat pusat tidak mengurangi semangat masyarakat Kuningan dalam Bersiap menunaikan ibadah haji.
“Keberangkatan ke tanah suci merupakan momen sakral yang harus dijaga kesuciannya. Sebagai pelayan masyarakat, kami akan terus berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi para calon jamaah,” pungkasnya. (Icu)
