
KUNINGAN – Prosesi pelepasan siswa Angkatan II SDIT Al Imam Kuningan berlangsung penuh haru sekaligus kebanggaan yang luar biasa. Namun, panggung utama kali ini benar-benar menjadi milik empat siswa terbaik yang sukses menyabet penghargaan tertinggi dan menjadi buah bibir atas keteladanan serta prestasi mentereng mereka selama enam tahun menempuh pendidikan dasar.
Keempat permata SDIT Al Imam tersebut berhasil menunjukkan keunggulan luar biasa di bidangnya masing-masing, memicu riuh tepuk tangan dan decak kagum dari para orang tua serta tamu undangan yang memadati area acara saat nama mereka dipanggil ke atas panggung.
Sorotan Khusus: Empat Profil Siswa Terbaik SDIT Al Imam
Lulusan pertama yang sukses mencuri perhatian adalah Marsya Dhiya Alifah, yang dinobatkan sebagai siswa terbaik di bidang akademik. Penghargaan ini menjadi bukti sahih atas konsistensi dan kerja keras Marsya dalam mempertahankan capaian belajarnya yang luar biasa selama enam tahun terakhir di SDIT Al Imam.
Tak kalah berkilau, penghargaan di bidang non-akademik dianugerahkan kepada Qaishar Gibran Alvaro. Qaishar dinilai sangat piawai dalam menunjukkan kemampuan serta mengukir prestasi gemilang di luar ruang kelas.
Sementara itu, di sektor spiritual yang menjadi pilar utama SDIT Al Imam, Aruna Sachi Kayana sukses meraih penghargaan tertinggi di bidang hafalan Al-Quran. Capaian hafalan Aruna ini menjadi salah satu bukti nyata keberhasilan program pembinaan keagamaan yang menjadi ciri khas unggulan lembaga pendidikan ini.
Melengkapi kuartet terbaik, predikat siswa inspiratif disematkan kepada Tarisha Shafa Aqilah. Tarisha dinilai mampu memberikan keteladanan yang kuat melalui sikap, semangat belajar yang tak pernah padam, serta cara interaksinya yang sangat positif dengan sesama rekan seangkatannya.
Pengembalian 57 ‘Amanah Emas’ kepada Orang Tua
Ketua Pelaksana Kegiatan, Reyhan Narsullah, menegaskan bahwa momentum pelepasan ini bukan sekadar seremoni perpisahan biasa, melainkan panggung apresiasi tinggi bagi perjuangan seluruh siswa yang telah menyelesaikan proses pendidikan selama enam tahun. Secara keseluruhan, terdapat 57 siswa SDIT Al Imam yang resmi menyelesaikan masa belajarnya, dengan rincian 37 di antaranya merupakan siswa laki-laki.
Sementara itu, Kepala SDIT Al Imam, Opik Noviandi, mengungkapkan rasa bangga yang mendalam atas kelulusan Angkatan II ini. Ia menekankan pentingnya keseimbangan ilmu dan iman bagi masa depan para lulusan.
“Dengan agama hidup menjadi terarah, dengan ilmu hidup menjadi mudah. Anak-anak telah menyelesaikan satu fase penting dalam perjalanan mereka,” ujar Opik dalam pidatonya.
Opik menitipkan pesan agar para alumni baru SDIT Al Imam ini tetap berbakti kepada orang tua dan menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup. “Jadilah anak yang berbakti kepada ayah dan bunda, jadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup, dan jangan pernah berhenti untuk terus semangat menghafal Al-Quran,” pesannya.
Prosesi ini ditutup dengan simbolis pengembalian siswa kepada orang tua. “Hari ini kami mengembalikan amanah emas yang enam tahun lalu bapak dan ibu titipkan kepada kami di SDIT Al Imam. Terima kasih yang tak terhingga atas kepercayaan yang telah diberikan. Kami menyadari tentu ada kekurangan dan kekhilafan selama mendidik anak-anak. Dari lubuk hati yang paling dalam, kami memohon maaf sebesar-besarnya,” pungkas Opik penuh haru. ***




