
KUNINGAN – Perjalanan gemilang Pesik Kuningan di ajang Liga 4 Piala Presiden 2026 harus berakhir sebagai runner-up setelah takluk dari Pasuruan United pada partai final yang digelar Sabtu (11/7/2026).
Meski gagal mengangkat trofi, manajemen menilai perjuangan tim patut diapresiasi karena berhasil membawa nama Kabupaten Kuningan hingga babak puncak.
Manajer Pesik Kuningan, Nono Sujono, mengaku tetap bersyukur atas capaian tersebut. Menurutnya, seluruh pemain dan tim pelatih telah mengerahkan kemampuan terbaik sepanjang kompetisi.
”Alhamdulillah, walaupun kita tidak bisa mencapai juara Liga 4, minimalnya kita sudah berupaya maksimal. Hanya mungkin faktor rezeki saja yang belum berpihak kepada kita,” ujar saat dikonfirmasi melalui telepon, Sabtu (11/7/2026)
Ia menegaskan, hasil di partai final bukan akhir dari perjalanan Pesik Kuningan. Justru kekalahan tersebut akan menjadi bahan evaluasi penting sebagai bekal menghadapi kompetisi Liga 3 yang memiliki tingkat persaingan lebih tinggi.
Menurut Nono, komposisi skuad akan menjadi salah satu fokus pembenahan. Pesik dipastikan membutuhkan tambahan pemain di sejumlah posisi agar mampu bersaing dengan klub-klub yang kualitasnya lebih merata.
”Untuk Liga 3 tentu berbeda. Starting line-up juga harus diperkuat dengan tambahan pemain di beberapa posisi yang memiliki kualitas, karena persaingannya jauh lebih ketat,” katanya.
Terkait format kompetisi Liga 3, Nono memperkirakan sistem pertandingan masih menggunakan format turnamen (home tournament), bukan kandang-tandang (home-away), meski keputusan resmi dari operator kompetisi masih menunggu.
Sementara itu, meski gagal membawa pulang gelar juara, Pesik Kuningan tetap akan mendapat sambutan dari masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Kuningan. Nono menyebutkan informasi yang diterimanya, rombongan tim dijadwalkan dijemput di kawasan Tugu Ikan pada Minggu (12/7/2026) sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
Keberhasilan menembus partai final Liga 4 Piala Presiden menjadi catatan bersejarah bagi Pesik Kuningan sekaligus modal berharga untuk menatap kompetisi Liga 3.
Dukungan masyarakat diharapkan menjadi energi tambahan agar Laskar Kuda Kuningan mampu tampil lebih kompetitif dan meraih prestasi yang lebih tinggi pada musim mendatang.




