KUNINGAN — SMK Auto Matsuda Kabupaten Kuningan mulai tancap gas menyiapkan siswanya agar bisa langsung menembus pasar kerja Jepang sejak dari bangku sekolah. Lewat kerja sama dengan PT Obos Ryousin Indonesia (ORI), sekolah kejuruan ini resmi meluncurkan program khusus bertajuk Auto Japan Class.

Kemitraan strategis itu ditandai lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di ruang pertemuan SMK Auto Matsuda, Rabu (21/10/2026). Program ini dirancang untuk membekali siswa dengan penguasaan bahasa, pemahaman budaya, hingga pembentukan karakter dan etos kerja khas Negeri Sakura.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Hubungan Industri, Dedi Nurwiandi, menjelaskan bahwa selama ini pihak sekolah sebenarnya sudah memfasilitasi alumni yang ingin berkarier di Jepang lewat Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Namun, pola tersebut dinilai perlu dievaluasi agar persiapan tak baru dimulai setelah lulus.

“Selama ini alumni yang berminat ke Jepang baru kami arahkan ke LPK setelah lulus. Ke depan, kami ingin langkah yang lebih maju dan terintegrasi sejak mereka masih sekolah,” ujar Dedi.

Melalui Auto Japan Class, kurikulum pengenalan bahasa, budaya, dan disiplin kerja Jepang langsung disisipkan ke dalam proses pembelajaran harian. Langkah ini memberi waktu yang lebih panjang bagi siswa untuk mematangkan kompetensi sebelum terjun ke dunia kerja internasional.

Buka Peluang Buat Masyarakat Umum

Kepala SMK Auto Matsuda, Abdul Muhyi, menilai tingginya minat siswa bekerja di luar negeri harus direspons dengan persiapan konkret, bukan sekadar iming-iming informasi lowongan kerja.

“Kita ingin siswa tak cuma punya niat ke Jepang, tapi benar-benar matang dari sisi kompetensi, bahasa, kedisiplinan, hingga karakter. Menariknya, kelas khusus ini nantinya juga kami buka untuk masyarakat umum yang ingin bersiap kerja ke Jepang,” kata Amuy sapaan akrab Abdul Muhyi.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Raihan Matsuda, H.T. Mamat Robby Suganda (MR), menyebut kerja sama ini punya ikatan emosional dengan sejarah berdirinya SMK Auto Matsuda. Selama lebih dari dua dekade berbisnis dengan mitra Jepang, ia melihat kedisiplinan dan profesionalisme negara tersebut sangat relevan untuk ditempa kepada generasi muda.

MR juga mengingatkan pentingnya restu dan pendampingan keluarga. Menurutnya, keputusan bekerja di luar negeri membutuhkan mental yang kuat serta dukungan penuh dari orang tua.

Agenda penandatanganan MoU tersebut diakhiri dengan pembekalan dari tim PT Obos Ryousin Indonesia kepada para guru. Sesi ini digelar untuk menyamakan persepsi terkait sistem pembelajaran, penguatan bahasa, serta penyusunan mekanisme kurikulum sebelum Auto Japan Class resmi berjalan. ***