Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s
Ragam

Gelombang Protes Usai Tayangan Xpose Trans7

Mantan Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kuningan, Asep Z. Fauzi. (stimewa)

“Di pondok, santri ditempa dengan rutinitas spiritual yang ketat. Mereka shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, mengaji kitab kuning, dan menjalani berbagai latihan kemandirian. Hal-hal ini justru membentuk pribadi tangguh dan berakhlak,” kata Azfa.

Ia menegaskan, Trans7 mestinya mampu menampilkan potret pesantren secara utuh dan berimbang, bukan sepotong-sepotong yang bisa menimbulkan salah persepsi publik. “Media penyiaran punya tanggung jawab moral untuk menghadirkan narasi yang mencerdaskan, bukan memecah,” tegasnya.

Lebih jauh, Azfa berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh lembaga penyiaran agar lebih berhati-hati dalam mengangkat tema-tema keagamaan dan sosial. Media, kata dia, semestinya menjadi jembatan pemahaman, bukan sumber kegaduhan.

Trans7 dan media lain harusnya mengangkat pesantren sebagai kekuatan sosial yang bisa memberi solusi bagi masyarakat. Jangan malah menimbulkan kesalahpahaman. Media berperan besar membangun kohesi sosial dan memperkuat nilai-nilai moral bangsa,” pungkasnya. (ali)

Baca Juga :  Tidak Harus Jauh dan Mahal, Tes Adrenalin Cukup di Arung Jeram Moncongos

Related posts

Sehari, Dua Penghargaan Diraih Pj Bupati Kuningan: Aksi Bela Negara dan Kesetaraan Gender

Cikal

Rotasi Besar-besaran Jelang Lebaran, 278 Pejabat Kuningan Dilantik di Tengah Suasana Puasa

Cikal

Jembatan Bernama Agni

Cikal

Leave a Comment