BANDUNG – Lantai lapangan Pro Futsal League 2 (PFL 2) memanas pada pekan ketiga musim ini. Pertempuran antara Proton FC dan Maestro Solo FC di GOR Sabilulungan Bandung itu berubah menjadi panggung adu tajam lini serang. Dalam drama yang menguras fisik dan emosi tersebut, Proton FC akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor mencolok 7-4, sekaligus mengamankan enam poin krusial untuk mendaki tangga klasemen. Jumat (8/5/2026)
Sejak peluit pertama melengking, Proton FC yang tampil dengan seragam kebanggaannya langsung mengambil inisiatif serangan. Mereka tidak membiarkan Maestro Solo FC bernapas lega. Skema permainan cepat dari kaki ke kaki yang diperagakan anak asuh Proton FC memaksa barisan pertahanan lawan bekerja ekstra keras.
Kebuntuan pecah saat Raka Febrianti melepaskan tembakan akurat yang gagal diantisipasi penjaga gawang Maestro Solo. Tak puas dengan satu gol, Raka tampil menggila dan menjadi satu-satunya pemain Proton yang mencatatkan namanya dua kali di papan skor.
Keberhasilan Raka membuka keran gol seolah menjadi sinyal bagi rekan-rekannya yang lain untuk ikut berpesta.
Variasi Serangan yang Mematikan
Kekuatan utama Proton FC dalam laga ini adalah keberagaman sumber gol mereka. Tidak terpaku pada satu figur, skuat ini membuktikan kolektivitas adalah kunci. Lima gol lainnya dilesakkan oleh nama-nama yang sudah tak asing lagi di kancah futsal nasional mulai dari Sani Khoirul, Dafa Erlangga, Revaldo, Haykal Ayyasy, hingga pemain veteran sarat pengalaman, Bambang Bayu Saptaji.
Namun, Maestro Solo FC bukan tanpa perlawanan. Tim asal Jawa Tengah ini sempat membuat jantung pendukung Proton berdegup kencang. M. Derik tampil fenomenal dengan mencetak hat-trick. Pergerakannya yang lincah di area penalti beberapa kali mengecoh bek Proton FC. Satu gol tambahan dari Ilham Ramadan sempat menipiskan selisih skor, memaksa pertandingan berjalan dalam tensi tinggi hingga menit-menit akhir.
Meski mengantongi kemenangan besar, pelatih Proton FC tidak sepenuhnya menutup mata terhadap celah di timnya. Kebobolan empat gol menunjukkan bahwa lini pertahanan masih sering kehilangan fokus saat menghadapi serangan balik cepat. Konsentrasi di babak kedua, saat lawan bermain terbuka, menjadi catatan merah yang harus segera dibenahi sebelum memasuki pekan selanjutnya.
Bagi Maestro Solo FC, kekalahan ini menjadi tamparan keras. Meski tajam di depan, rapuhnya koordinasi lini belakang membuat perjuangan M. Derik dan kawan-kawan berakhir sia-sia.
Dengan tambahan enam poin dari pekan ketiga ini, Proton FC kini menjelma menjadi kekuatan yang patut diwaspadai di PFL 2. Jika konsistensi produktivitas ini tetap terjaga, bukan tidak mungkin tiket promosi atau gelar juara akan berada dalam genggaman mereka di akhir musim nanti. ***
penulis: Ali || Editor: Ali
