“Banyak anak muda tidak memilih karena merasa tidak kenal calon, atau terpengaruh berita bohong yang membangun stigma negatif terhadap pemilu,” ungkapnya.
Untuk itu, Ika mendorong siswa SMKN 3 Kuningan untuk menjadi pelopor demokrasi yang bijak bermedia sosial, berani berpikir kritis, dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang memecah belah.
Ika juga mengingatkan bahwa praktik demokrasi paling nyata justru ada di lingkungan mereka sendiri, seperti saat pemilihan ketua OSIS atau ketua kelas. Proses-proses kecil inilah yang menjadi laboratorium mini bagi mereka sebelum terjun ke panggung demokrasi yang lebih besar.
Sebagai anggota Komisi II yang membidangi perekonomian, mulai dari perdagangan, perindustrian, hingga ketahanan pangan dan pariwisata, Ika menegaskan bahwa seluruh sektor tersebut nantinya akan diwariskan kepada mereka. Tanpa pemahaman politik yang baik, generasi muda tidak akan mampu mengawal kebijakan publik yang berpihak pada kesejahteraan rakyat.
Kegiatan ini pun diperkuat dengan sesi motivasi dari Kang Imam, seorang praktisi muda yang mengajak para siswa untuk membangun demokrasi yang beretika dan berintegritas.
Melalui program “DPRD Mengabdi” ini, Ika Siti Rahmatika ingin memastikan bahwa estafet masa depan bangsa tidak jatuh ke tangan generasi yang acuh tak acuh. Dari SMKN 3 Kuningan, sebuah pesan dikirimkan bahwa suara anak muda adalah kunci bagi kemajuan Jawa Barat ke depan. (ali)
