
CIKALPEDIA — Kerusakan jalan di Desa Cintajaya, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tak kunjung usai selama hampir 14 tahun. Persoalan infrastruktur yang terbengkalai sejak 2012 ini kembali mencuat ke publik setelah video pengalihan jalur rombongan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke ruas jalan berlubang tersebut viral di media sosial.
Perwakilan warga Cintajaya akhirnya bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Subang. Pertemuan itu digelar untuk menyampaikan unek-unek warga yang saban hari terganggu oleh buruknya akses jalan, sekaligus meluruskan polemik soal insiden teguran sang Gubernur di Ciamis.
Dedi menegaskan, dirinya sama sekali tidak keberatan jika dikritik warga mengenai buruknya infrastruktur jalan.
“Saya tidak marah karena diprotes jalan jelek. Diprotes jalan jelek, sejak di Cikasok pun saya senyum saja,” ujar Dedi, dikutip Senin (19/10/2026).
Menurut Dedi, kekesalannya dipicu oleh minimnya penjelasan dari pihak pengarah jalan di lapangan. Ia sempat menduga jalan rusak yang dilintasi adalah akses menuju lokasi acara. Setelah menempuh jarak cukup jauh, rombongan baru sadar salah arah dan terpaksa berbalik. “Kalau disampaikan dari awal, ‘Pak, acaranya di sana’, mungkin saya tidak marah,” katanya.
Kewenangan di Tangan Pemkab Ciamis
Di hadapan warga, Dedi menerangkan duduk perkara status administratif jalan tersebut. Ruas jalan Cintajaya semula berstatus jalan desa, sebelum akhirnya dialihkan menjadi jalan kabupaten pada 2023. Perubahan status ini otomatis menempatkan Pemerintah Kabupaten Ciamis sebagai penanggung jawab utama perbaikan.
Namun, Dedi menyoroti ketimpangan alokasi fiskal di Ciamis. Dari total APBD Kabupaten Ciamis yang mencapai Rp2,2 triliun, alokasi untuk infrastruktur jalan tercatat cuma sekitar 2,3 persen.
Situasi makin pelit lantaran adanya dana bagi hasil daerah sebesar Rp174 miliar per tahun yang sempat tertunda selama dua tahun. Kondisi minimnya anggaran ini membuat pemda kelimpungan membiayai perbaikan jalan secara serentak.
Skema Bantuan Pemprov Jabar Lewat ‘Beton Keliling’
Guna menjembatani keterbatasan fiskal daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan skema bantuan perbaikan jalan kabupaten dan desa yang dijadwalkan bergulir mulai 2027.
Salah satu terobosan yang disiapkan adalah penerjunan mobile batching plant—fasilitas pengolahan beton bergerak yang ditempatkan di tingkat kecamatan.
“Mobilnya bergerak ke desa, buat beton di situ. Kualitas corannya distandarkan dan dibeton langsung di lokasi. Langkah ini bikin biaya pengerjaan jauh lebih murah,” jelas Dedi.
Kendati Pemprov Jabar menjanjikan skema bantuan pada 2027, warga Cintajaya masih harus gigit jari menunggu kepastian jadwal penanganan. Hingga kini, belum ada pengerjaan fisik darurat yang dipastikan Pemkab Ciamis untuk menambal penderitaan warga yang sudah berlangsung belasan tahun tersebut. ***
Sebagian artikel ini telah tayang di kompas.com dengan judul Rombongan Dedi Mulyadi Dialihkan ke Jalan Rusak, Warga Cintajaya Ciamis Ungkap Penderitaan 14 Tahun




