KUNINGAN – Insiden tragis terjadi di Jalan Raya Desa Sindangagung, Kecamatan Sindangagung, Kabupaten Kuningan, Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Seorang pemotor tewas akibat kecelakaan.
Peristiwa nahas tersebut bermula saat sepeda motor Yamaha Xeon yang dikendarai HN (24), warga Desa Sumurwiru, berboncengan dengan adiknya, MF (17), melaju dari arah Luragung menuju Kuningan.
Pengendara motor nekat mendahului sebuah truk Mitsubishi Colt Diesel Canter di depannya. Namun, manuver tersebut justru berujung petaka. Penumpang sepeda motor terjatuh ke badan jalan dan diduga langsung terlindas truk yang tengah melaju.
Akibat kejadian itu, MF mengalami luka berat di bagian kepala serta patah tulang di beberapa bagian tubuh, dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara sang kakak yang mengendarai motor selamat tanpa luka.
Ironisnya, usai kejadian, sopir truk langsung melarikan diri ke arah Kuningan dan kini masih dalam pengejaran pihak kepolisian.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Kuningan, IPTU Sri Martini, menyampaikan bahwa kecelakaan tersebut menjadi pelajaran penting bagi seluruh pengguna jalan, khususnya terkait risiko saat mendahului kendaraan besar.
“Sering kali kecelakaan fatal terjadi karena pengendara kurang memperhitungkan jarak dan kondisi saat hendak menyalip. Ini yang harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam berkendara. Terlebih, kata dia, kendaraan besar seperti truk memiliki titik buta yang dapat membahayakan pengendara lain di sekitarnya.
Diketahui, kondisi jalan saat kejadian dalam keadaan baik dengan cuaca cerah. Namun, faktor kelalaian saat berkendara diduga kuat menjadi pemicu utama kecelakaan.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pengemudi truk yang melarikan diri, sekaligus mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait agar segera melapor.
Peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat bahwa satu keputusan kecil di jalan, seperti mendahului tanpa perhitungan matang, dapat berujung pada konsekuensi yang fatal. (Icu)
