Cikalpedia
”site’s

Nasional

Jatuhnya Sang Putri Dangdut: Rekam Jejak Fadia Arafiq dari Panggung Hiburan ke Jeruji KPK

Foto: Bupati Pekalongan/Istimewa

CIKALPEDIA — Nama Fadia Arafiq sejatinya bukan orang baru dalam ingatan publik Indonesia. Sebelum duduk di kursi panas Bupati Pekalongan, ia lebih dulu dikenal sebagai putri dari sang legenda musik dangdut, mendiang A. Rafiq. Kini, saat ia terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Selasa, 3 Maret 2026, perjalanan hidupnya dari panggung hiburan ke panggung politik kembali menjadi sorotan tajam.

Lahir dengan nama Laila Fadia El-Rafiq pada 23 Mei 1978, Fadia tumbuh besar di bawah bayang-bayang ketenaran sang ayah. Namun, alih-alih menetap di industri musik seperti saudara-saudaranya, Fadia memilih jalur yang jauh lebih terjal: birokrasi dan kekuasaan.

Jejak Karier: Wakil yang Menjelma Jadi Penguasa

Langkah politik Fadia di “Kota Santri” dimulai lebih dari satu dekade silam. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Pekalongan periode 2011–2016 mendampingi Amat Antono. Pengalaman ini menjadi sekolah politik pertamanya dalam memahami seluk-beluk anggaran dan jaringan birokrasi di wilayah pesisir utara Jawa Tengah tersebut.

Setelah sempat jeda, Fadia kembali dengan ambisi yang lebih besar. Melalui kendaraan Partai Golkar, ia sukses memenangkan Pilkada 2020 dan dilantik menjadi Bupati Pekalongan pada Juni 2021. Di bawah kepemimpinannya, jargon “Dalan Alus, Rejeki Mulus” (Jalan Halus, Rezeki Lancar) menjadi slogan yang sangat populer bagi warga lokal.

Fadia yang maju kembali dalam Pilkada 2024, didukung oleh koalisi besar yang dipimpin oleh Partai Golkar. Pada Pilkada 2024, Fadia Arafiq yang pernah menjabat sebagai Ketua DPD diusung oleh gabungan partai PKB, Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Gelora, PKS, PAN, Partai Demokrat, PSI, Partai Perindo, dan PPP, dengan pasangannya wakil bupati H. Sukirman membawa jargon “Pekalongan Beriman” dan berhasil memenangkan Kembali pada Pilkada 2024.

Baca Juga :  Diajak Makan, Motor Raib: Pengkhianatan Teman Terbongkar

Klan Politik dan Hubungan Antarnegara

Sosok Fadia tidak bisa dilepaskan dari suaminya, Ashraff Abu, penyanyi asal Malaysia yang dikenal lewat lagu “Sharmila”. Pernikahan beda negara ini sempat menjadi perbincangan hangat, namun Ashraff justru menjadi motor penggerak dukungan massa bagi Fadia di setiap kampanye politiknya.