KUNINGAN – Meningkatnya aktivitas pendakian Gunung Ciremai menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kuningan.

Melalui Apel Gelar Pasukan Siaga Tanggap Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026, Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, mengajak para pendaki dan masyarakat untuk lebih disiplin menjaga kawasan hutan agar terhindar dari kebakaran akibat kelalaian manusia.

‎Imbauan tersebut disampaikan Bupati Dian saat memimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Tanggap Bencana Karhutla Tahun 2026 yang digelar bersama Polres Kuningan di halaman kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, Rabu (5/8/2026).

‎Menurutnya, momen peringatan HUT RI setiap tahun identik dengan meningkatnya jumlah pendaki yang menuju kawasan Gunung Ciremai. Kondisi tersebut, kata dia, harus diimbangi dengan kesadaran bersama untuk menjaga kelestarian hutan, mengingat musim kemarau juga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

‎Ia mengingatkan para pendaki agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, memastikan api unggun benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi, serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api.

‎”Satu puntung rokok saja bisa menghanguskan ratusan hektare hutan. Pohon yang tumbuh puluhan tahun bisa musnah hanya karena kelalaian sesaat. Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat ikut bertanggung jawab menjaga hutan kita,” tegasnya.

‎Ia menekankan bahwa Kabupaten Kuningan sebagai daerah konservasi memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kawasan Gunung Ciremai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.

Menurutnya, hutan bukan hanya kawasan hijau, tetapi juga penyimpan sumber air, habitat keanekaragaman hayati, serta penyangga keseimbangan lingkungan.

‎Oleh karena itu, pihaknya meminta seluruh elemen masyarakat tidak menganggap kebakaran hutan sebagai bencana tahunan yang biasa terjadi. Pencegahan, menurutnya, harus menjadi langkah utama dibandingkan hanya berfokus pada upaya pemadaman saat kebakaran telah meluas.

‎Lebih lanjut, Dian juga mengapresiasi langkah Polres Kuningan yang menginisiasi apel siaga lebih awal. Kegiatan itu dinilai menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor menghadapi musim kemarau.

‎Sementara itu, Kapolres Kuningan, AKBP Bellen Anggara Pratama, menegaskan seluruh personel telah disiagakan untuk mengantisipasi potensi Karhutla. Selain mengedepankan edukasi kepada masyarakat, kepolisian juga memastikan akan melakukan penegakan hukum terhadap siapa pun yang terbukti sengaja melakukan pembakaran hutan maupun lahan.

‎”Kami bersama seluruh stakeholder siap melaksanakan pencegahan, pemadaman, hingga penegakan hukum apabila ditemukan unsur pidana dalam kejadian kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya.

‎Apel siaga tersebut melibatkan unsur Forkopimda, BPBD Provinsi Jawa Barat, BPBD Kabupaten Kuningan, Kodim 0615/Kuningan, Perhutani, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, tenaga kesehatan, relawan kebencanaan, hingga komunitas peduli lingkungan sebagai bentuk komitmen bersama menjaga kawasan hutan Kuningan tetap lestari.