“Kalau menjelang Ramadhan begini ramai sekali. Bisa jualan sampai malam. Alhamdulillah sangat membantu ekonomi keluarga,” ujarnya.
Pengelola kawasan wisata religi Sunan Gunung Jati juga meningkatkan pengawasan untuk menjaga ketertiban. Sejumlah petugas disiagakan di pintu masuk dan jalur utama peziarah. Mereka mengimbau pengunjung agar tidak berdesakan, menjaga kebersihan, serta mematuhi aturan yang berlaku.
“Kami mengutamakan kenyamanan dan keamanan peziarah. Mohon kerja sama semua pihak untuk menjaga kesakralan tempat ini,” kata salah seorang petugas pengelola.
Pemerintah daerah memprediksi jumlah peziarah masih akan terus meningkat hingga awal Ramadhan. Makam Sunan Gunung Jati tetap menjadi magnet spiritual bagi masyarakat yang ingin mempersiapkan diri secara lahir dan batin sebelum memasuki bulan penuh ampunan.
Bagi banyak peziarah, perjalanan ke Cirebon bukan sekadar wisata religi. Ia menjadi ruang perenungan, tempat menata kembali niat, sekaligus pengingat akan nilai-nilai spiritual yang diwariskan para wali kepada generasi masa kini. (Frans)
