KUNINGAN – Kepala Desa Kertayasa, Kecamatan Sindangagung, Arief Amarudin, mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan untuk segera menghadirkan kurikulum muatan lokal (Mulok) tentang kepedulian terhadap sampah di lingkungan sekolah.
Langkah tersebut dinilai penting sebagai solusi jangka panjang dalam menghadapi persoalan sampah yang kian mengkhawatirkan di Kabupaten Kuningan. Hal itu disampaikan saat podcast bersama Cikalpedia.id, Rabu, (1/4/2026)
Arief menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa hanya diselesaikan melalui imbauan atau kegiatan seremonial semata. Dalam mengatasinya, kata Arief, dibutuhkan pendekatan yang lebih sistematis dan berkelanjutan melalui edukasi sejak dini.
“Kalau hanya sebatas imbauan, tidak akan cukup. Harus ada kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan ekosistem edukasi. Salah satu yang paling strategis adalah melalui dunia pendidikan,” ujar sosok yang membawa nama baik Kuningan sebagai juara 2 tingkat nasional tentang tata kelola sampah tahun 2025 itu.
Ia menilai, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, termasuk Kementerian Agama, memiliki peran kunci dalam membangun kesadaran generasi muda. Dengan memasukkan isu pengelolaan sampah ke dalam kurikulum muatan lokal, lanjut Arief, siswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga membangun kebiasaan peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, gagasan tersebut sebenarnya bukan hal baru. Ia menyebut sudah ada wacana yang berkembang, termasuk contoh implementasi edukasi lingkungan melalui program pesantren ekologi saat Ramadan di sekolah. Namun, hal tersebut dinilai masih perlu diformalkan dalam bentuk kurikulum yang terstruktur.
