Setiap pengelola setempat bertanggung jawab penuh atas pengumpulan, pengelolaan, penyaluran, pencatatan, dan pelaporan dana.
Agar publik yakin dan mau ikut serta, Pemda Jabar memastikan transparansi lewat: Aplikasi Sapawarga, Portal Layanan Publik Pemda Jabar, Media sosial masing-masing instansi dengan tagar #RereonganPoeIbu, #NamaInstansi/NamaSekolah/NamaUnsurMasyarakat
KDM meminta para bupati, wali kota, dan pimpinan instansi untuk sepenuhnya mendukung penyosialisasian dan pelaksanaan program ini.
“Gerakan ini harus berjalan baik agar benar-benar menjadi kekuatan solidaritas masyarakat Jawa Barat. Dengan rereongan, kita wujudkan Jawa Barat istimewa,” tegasnya.
Dengan kekuatan 1.000 rupiah sehari dari jutaan orang, Jabar bisa mencetak gerakan solidaritas paling masif dalam sejarahnya. (Beng).
Sumber : https://www.jabarprov.go.id/
