KUNINGAN – Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciriniru, Kecamatan Jalaksana, menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kuningan. Selain menimbulkan kepulan asap yang menyebar ke sejumlah wilayah, kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan warga di sekitar lokasi.

Kepala Bidang Layanan Kesehatan Dinkes Kuningan, dr. Agah Nugraha, mengatakan pihaknya telah mengambil langkah awal dengan meminta Puskesmas di wilayah terdampak untuk melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan masyarakat.

Menurutnya, Puskesmas juga telah diarahkan agar menggerakkan bidan desa untuk melakukan monitoring dan pemeriksaan terhadap warga yang terpapar asap kebakaran.

“Baru tadi diperintahkan supaya bidan desa melakukan monitoring dan pemeriksaan ke desa-desa yang ada di wilayah yang terkena dampak asap,” ujar dr. Agah saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp, Rabu, (12/7/2026).

Ia menjelaskan, potensi gangguan kesehatan akibat paparan asap sangat bergantung pada jenis asap serta lamanya seseorang terpapar. Karena, menurutnya, karakter asap dari kebakaran tumpukan sampah belum diketahui secara pasti, masyarakat diminta mewaspadai munculnya keluhan kesehatan.

“Kalau terus-terusan, misalnya seharian atau dua hari dengan asap yang terus-terusan, bisa menjadi ISPA,” katanya.

Selain berpotensi menyebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), paparan asap juga perlu diwaspadai apabila menimbulkan keluhan lain seperti pusing, mual, muntah hingga sesak napas.

Pihaknya telah meminta jajaran Puskesmas untuk tidak hanya memantau warga di sekitar titik kebakaran. Pasalnya, arah pergerakan asap dapat berubah dan menjangkau wilayah lain.

“Kan asapnya ke mana-mana, jadi jangan hanya di situ. Asapnya ke mana, itu dimonitor terus,” tegasnya.

Sebagai langkah kesiapsiagaan, Puskesmas juga diminta menyiagakan ambulans untuk mengantisipasi apabila terdapat warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Lebih lanjut, ia mengatakan, apabila warga mengalami gejala ISPA ringan, penanganan dapat dilakukan melalui pemberian obat. Namun, jika kondisi pasien mengalami sesak berat atau disertai gejala lain seperti pusing, mual dan muntah, maka pasien akan dirujuk untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Ia juga meminta laporan dari Puskesmas terkait perkembangan kondisi kesehatan warga terdampak. Terutama apabila ditemukan kasus yang membutuhkan rujukan ke fasilitas kesehatan.

“Kita minta laporan. Terutama kalau ada yang sampai dirujuk,” ujarnya.

Meski demikian, terkait pembiayaan apabila warga terdampak membutuhkan perawatan dan tidak tercakup BPJS, dr. Agah belum memberikan kepastian mengenai mekanisme penjaminannya.

“Tentu kami mengimbau kepada masyarakat yang berada di wilayah terdampak asap agar meningkatkan kewaspadaan dan segera memeriksakan diri apabila mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan lainnya setelah terpapar asap kebakaran,” tutupnya.